Jadi Tempat Pesta Gay, Izin Usaha Spa Harmoni Resmi Diberhentikan

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 08 Oktober 2017 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 08 338 1791182 diduga-kerap-jadi-tempat-pesta-gay-izin-usaha-spa-harmoni-resmi-diberhentikan-qHAKKX0NBE.jpg Kasie Ops Satpol PP DKI Jakarta Harry Apriyanto

JAKARTA - ‎Satpol PP DKI Jakarta memberhentikan sementara izin usaha T1 Sauna yang berlokasi di Ruko Plaza Harmoni, Jalan Suryo Pranoto, Gambir, Jakarta Pusat, setelah polisi menggerebek tempat tersebut dan menciduk 51 pria diduga penyuka sesama jenis alias gay yang lagi berpesta.

"‎Kita berhentikan sementara sampai menunggu hasil pendalaman polisi lebih lanjut," kata Kasie Ops Satpol PP DKI Jakarta, Harry Apriyanto saat menyegel T1 Sauna, Minggu (8/10/2017).

Harry beserta jajarannya menempelkan surat pengumuman penutupan kegiatan usaha T1 Sauna. ‎Surat itu bernomor 04/X/2012.Satpol PP.

Baca juga: Ungkap Pesta Gay di Kawasan Harmoni, Polisi Diminta Jerat Pelaku dengan UU Pornografi

Harry menambahkan, T1 Sauna awalnya terdaftar sebagai tempat fitnes. Namun kenyatannya diduga terjadi aktivitas yang menyimpang. Karena itu, ‎pihaknya langsung melakukan tindakan.

"Izin yang diberikan Pemda DKI adalah tempat gym. Jadi kami hentikan sementara terkait kasus kejadian yang kemarin," tutur dia.

T1 Sauna, lanjut Harry, ‎dianggap melanggar Perda DKI Jakarta tentang Kepariwisataan Nomor 6 Tahun 2015. Atas aturan hukum tersebut, tempat itu ditutup hingga batas waktu yang belum bisa ditetapkan.

Baca juga: Bongkar Pesta Gay, Polisi Duga Tempat Spa di Harmoni Salahi Perizinan

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek tempat prostitusi pria pencinta sesama jenis yang dilakukan di T1 Sauna, Ruko Plaza Harmoni, Jalan Suryo Pranoto, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat 6 Oktober 2017 malam. Saat diciduk, polisi menemukan fakta bahwa mereka tengah melangsungkan pesta seks sesama jenis.

Akhirnya, sebanyak 51 pria diamankan dari penggerebekan tersebut. Dari puluhan orang itu, terdapat juga empat warga China, seorang warga Thailand, seorang warga Malaysia dan seorang warga Singapura.

Pengelola spa bersama karyawannya telah dija‎dikan tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni GG, GCMP, NA, ES dan K. Sementara satu orang lagi dengan inisial H masih buron. Mereka dijerat Pasal 30 jo Pasal 4 Ayat 2 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 dan atau Pasal 296 KUHP. (ran)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini