nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekda DKI Minta PNS Hidup Sederhana Serta Hindari Gratifikasi dan Korupsi

Muhammad Iqbal, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017 14:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 12 338 1794038 sekda-dki-minta-pns-hidup-sederhana-serta-hindari-gratifikasi-dan-korupsi-eVONsObkuM.jpg (Foto: Muhammad Iqbal/Okezone)

JAKARTA – Usai melantik 1.381 Pegawai Negeri Sipil (PNS), Sekertaris Daerah Kerja Provinsi DKI Jakarta minta abdi negara itu hidup sederhana. Menurutnya, kehidupan mewah dapat menjadi sumber permasalahan dari gratifikasi maupun korupsi.

Pada Kamis (12/10/2017), Pemprov DKI melakukan sumpah terhadap 1.381 PNS dari 30 bidang SKPD. Pada pelantikan ini, Sekda DKI Jakarta Saefullah meminta para PNS terlantik untuk tidak terlena akibat kenaikan jenjang mereka.

"Janji yang suci dan bersih ini saya minta dipegang teguh sampai sepanjang hayat. Saya berharap pola hidup yang kemarin yang sudah dilaksanakan dengan keluarga dengan sederhana ini diteruskan. Jangan sampai lupa daratan sehingga pola hidup berubah," ucapnya di Halaman Balai Kota Provinsi DKI.

Saefullah meminta, meski telah dilantik, para PNS tetap hidup sederhana. Contohnya adalah dengan tetap menggunakan transportasi umum untuk pergi ke kantor.

"Yang tadinya naik busway teruskan. Karena kita sekarang lagi promosi terus naik angkutan umum. Jadi, jangan bercita-cita ini sudah 100%, langsung nanti dealer mobil penuh untuk mengajukan kredit, bank-bank penuh didatangi untuk mengajukan kredit," ucapnya.

Menurut Saefullah, kehidupan mewah hanya dapat membuat permasalahan baru dalam kehidupan. Terlebih lagi, dalam bidang pemerintahan dirinya menganggap hal tersebut bisa menimbulkan keinginan untuk gratifikasi dan korupsi.

"Karena kehidupan yang mewah sedikit demi sedikit akan menyeret pada tindakan tidak terpuji, yaitu bisa gratifikasi bisa korupsi," ujarnya.

Saefullah menegaskan, pejabat di Pemprov DKI tidak dibenarkan menerima imbalan maupun suap dari pihak manapun.

"Tidak ada lagi honor yang kita terima selain gaji dan TKD. Itu harus dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini