nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Bayi Deborah Terus Berjalan, Polda Metro Jaya Jerat RS Mitra Keluarga dengan Pasal Berlapis

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017 14:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 12 338 1794042 kasus-bayi-deborah-terus-berjalan-polda-metro-jaya-jerat-rs-mitra-keluarga-dengan-pasal-berlapis-WAxICA2qI4.jpg RS Mitra Keluarga (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya memastikan kasus kematian bayi Deborah yang diduga karena diterlantarkan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres tetap diproses sebagaimana mestinya.

Penyidik Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Sutarmo mengatakan pihaknya langsung merespon kasus bayi Deborah setelah viral di media sosial dan ramai pemberitaan.

"Terblow up media dan viral 9 September, Polda merespon dan tanggal 10 September dibuatkan laporan informasi sebagai dasar penyelidikan," kata Sutarmo saat konferensi pers bersama Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

Berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan unsur pidana yang dilakukan RS Mitra Keluarga Kalideres. Selain itu, penyidik juga menemukan cukup alat bukti sehingga kasus tersebut dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Namun hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Cukup alat bukti untuk dinaikkan kepada penyidikan. Tanggal 15 (September) selesai penyelidikan. 18 (September) gelar perkara lalu ditetapkan menjadi penyidikan. Ini sudah masuk ke pemeriksaan. Hari ini Dokter Iren (RS Mitra Keluarga) dan staf yang lakukan penagihan (uang muka kepada orang tua Deborah) diperiksa," ungkap Sutarmo.

Dia memastikan ganjaran pidana akan ditetapkan kepada orang yang bekerja di RS Mitra Keluarga Kalideres tersebut, bukan lembaganya. Namun, penetapan tersangka atas kasus ini masih memerlukan proses lanjutan, di antaranya mendengarkan keterangan ahli di bidang kesehatan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

"Yang dipidana itu orangnya, tenaga kesehatan atau pimpinannya. Dalam kasus ini banyak sekali yang diperlukan, termasuk (mendengarkan) keterangan ahli di bidang kesehatan. Sudah naik penyidikan tapi belum ada tersangka. Nanti uji keterangan ahli baru nanti gelar perkara kemudian penetapan tersangka," jelas Sutarmo.

RS Mitra Keluarga Kalideres, kata dia, berpotensi dijerat pidana berlapis. Selain mengacu pada Pasal 190 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, polisi juga tengah mempertimbangkan menjerat rumah sakit tersebut dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sekadar informasi, bayi Deborah meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat pada 3 September 2017 lalu. Bayi berusia empat bulan itu meregang nyawa lantaran tak mendapatkan perawatan medis intensif.

Mulanya pihak rumah sakit telah memberikan pertolongan pertama. Kemudian dokter mengharuskan bayi malang itu dimasukkan ke ruang pediatric intensive care unit (PICU). Namun karena orang tua Deborah kekurangan bayar uang muka, akhirnya tak bisa dirawat di ruang PICU hingga Deborah meninggal dunia.

RS Mitra Kalideres juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Majelis Advokat Indonesia. Laporan ini diterima polisi dengan nomor: LP/4414/IX/2017/PMJ/Dit Reskrimsus tertanggal 14 September 2017. Dalam laporan polisi tersebut disertakan Pasal 32 Ayat 2 Juncto Pasal 85 Juncto Pasal 190 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Selain itu, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek juga menjatuhkan sanksi administrasi untuk RS Mitra Keluarga Kalideres. Pemberian sanksi tersebut merupakan hasil penelusuran investigasi Kemenkes terhadap rumah sakit RS Mitra Keluarga Kalideres.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini