OKEZONE FILES: Anies-Sandi Dilantik Jadi Gubernur-Wagub DKI, Ini Dia Sosok Orangtua di Balik Kesuksesannya

Hantoro, Okezone · Senin 16 Oktober 2017 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 15 338 1795862 okezone-files-anies-sandi-dilantik-jadi-gubernur-wagub-dki-ini-dia-sosok-orangtua-di-balik-kesuksesannya-GnV1w0sBYi.jpg Anies Baswedan ketika masa kecil bersama keluarganya. (Foto: Ist)

ANIES Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno hari ini dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022. Mereka terpilih menjadi pemimpin Ibu Kota usai memenangkan gelaran Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta pada 19 April 2017. Pasangan nomor urut 3 ini unggul 57,95 persen suara dari pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan 42,05 persen di putaran kedua.

Dalam mencapai kesuksesan merengkuh posisi pimpinan di pemerintahan Ibu Kota ini tentu ada sosok paling berpengaruh di balik Anies-Sandi. Keluarga menjadi pihak yang paling dekat, dan tentunya orangtua adalah yang utama. Sebagaimana dirangkum dari sejumlah sumber, Senin (16/10/2017), berikut ini Okezone paparkan sosok orangtua di balik keberhasilan Anies-Sandi sampai saat ini.

(Baca: Mengenal Bang Anies: Melebarkan Sayap di Negeri Paman Sam hingga Jadi Rektor Termuda)

Rasyid Baswedan dan Aliyah

Anies Rasyid Baswedan, Ph.D yang lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969 adalah anak dari pasangan Drs Rasyid Baswedan, S.U. yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) dan Profesor Dr Aliyah Rasyid, M.Pd. guru besar serta dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kedua orangtua Anies yang berasal dari kalangan akademisi inilah yang membuatnya juga mengikuti jejak tersebut. Ayahanda sulung dari tiga bersaudara tersebut dikenal sebagai pendidik yang tidak kenal lelah mengajar di Kampus UII. Universitas ini memang sudah menjadi tempat Rasyid Baswedan mendidik sejak awal kariernya. Maka itu, ia disebut sebagai sosok yang berdedikasi tinggi di sana. Bahkan, hingga akhir hayatnya pada 13 September 2013.

Sedangkan sang ibunda Aliyah merupakan sosok yang tekun membimbing dan mengantarkan Anies menjadi tokoh diperhitungkan dunia pendidikan Indonesia maupun internasional. Aliyah diketahui selalu menerapkan teknik belajar tinggi serta selalu mengutamakan beribadah. "Sejak Anies kecil, saya selalu membiasakan mengajaknya ke perpustakaan. Di sana saya biarkan dia mencari buku sendiri. Saya hanya memantau dari jauh," katanya.

Dalam lingkungan pendidikan kedua orangtuanya, Anies Baswedan juga ditanamkan kesederhanaan. Bahkan ketika sesi makan malam bersama, di atas meja mereka selalu menanamkan kejujuran, keadilan, dan kebersamaan dengan cara sederhana kepada anak-anaknya. Kemudian juga menekankan perilaku taat beribadah, banyak membaca, bekerja keras, bersikap santun kepada siapa pun, bertanggung jawab, berani berbicara di depan umum, berorganisasi, menghadapi tantangan, serta pembiasaan baik lainnya.

(Baca: Mengenal Bang Sandi: Kisah Sukses Direktur Termuda, Kena PHK, hingga Bangkit dari Nol)

Razif Halik Uno dan Mien Rachman Uno

Sementara sosok orangtua yang berpengaruh penting di balik Sandi Uno adalah Razif H Uno yang seorang karyawan dan ibunya Mien R Uno yang merupakan guru serta pendidik yang masih aktif sampai sekarang. Sang ayah yang akrab disapa Henk Uno dikenal sosok yang sangat bertanggung jawab. Pria kelahiran Gorontalo, 1 Maret 1963, ini juga tokoh akademisi dari Institut Teknologi Bandung.

Henk Uno disebut sosok kepala keluarga jempolan sebab memiliki andil besar dalam keberhasilan istri dan anak-anaknya. Karyawan di perusahaan Caltex ini diketahui memiliki lika-liku kehidupan yang beragam. Mulai sempat hidup berpindah-pindah dan berjauhan dengan keluarga hingga adanya keterbatasan di fisiknya. "Hidup adalah pilihan, dan bukan berarti sekadar hanyut mengalir. Semua kendala dalam hidup menyadarkan saya bahwa jika saya tidak ditakdirkan untuk berhasil, mungkin anak dan cucu saya yang akan mencapainya," ungkapnya di buku biografi.

Sementara ibundanya Mien Uno adalah tokoh pendidik dan pakar etiket terkemuka di Indonesia. Perempuan kelahiran Indramayu, 23 Mei 1941, itu diketahui ketat mendidik Sandi, tidak menyerah pada keadaan. Selanjutnya Mien menetapkan pembiasaan menghadapi hingga menuntaskan tantangan. Mendidik untuk tidak mencuri, tidak menipu, jujur, bertanggung jawab, amanah, dan semacamnya. Sandi pun diberi nama tengah Salahuddin supaya mengikuti jejak Salahuddin al Ayyubi, salah satu muslim pejuang yang terkenal di jagat raya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini