Dilantik Jokowi Jadi Pemimpin Jakarta, Ini Sumpah Anies-Sandi untuk Nusa dan Bangsa

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 16 Oktober 2017 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 16 338 1796421 dilantik-jokowi-jadi-pemimpin-jakarta-ini-sumpah-anies-sandi-untuk-nusa-dan-bangsa-WiIk8Qk7oh.jpg Presiden Jokowi melantik Anies-Sandi (Fakhri/Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik sekaligus mengambil sumpah Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2017).

Pengambilan sumpah dilakukan secara Islam, di mana Anies-Sandi menyebut nama Allah dan dipimpin langsung Jokowi. Dalam sumpahnya, pasangan pemenang Pilkada Ibu Kota tersebut berikrar akan berbakti kepada masyarakat.

“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI dengan sebaik-baiknya dan seadil adilanya. Memegang teguh Undang Undang Dasar Negara RI Tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa," ucap Anies-Sandi meniru ucapan Jokowi.

Mengenakan safari serba putih, Anies Sandi berdiri tegak di depan Jokowi, disaksikan para tamu undangan yang terdiri dari pejabat negara serta politisi, akademisi dan para tokoh.

Usai prosesi pengambilan sumpah, Anies-Sandi menandatangani surat keputusan pengukuhannya sebagai pemimpin Ibu Kota untuk lima tahun ke depan. Sebelum membubuhi tanda tangan, Anies-Sandi mengambil sikap hormat kepada Presiden Jokowi yang juga berpengalaman jadi Gubernur DKI Jakarta.

Anies dan Sandi dilantik berdasarkan Keppres Nomor 86 Tahun 2017. Sesuai budaya yang diterapkan Istana Negara, Anies-Sandi lebih dulu melakukan kirab kebudayaan bersama Presiden Jokowi dengan berjalan dari Istana Medeka k‎e Istana Negara.

Ada dua pesan yang ingin ditonjolkan melalui kirab budaya tersebut. Pertama, Presiden Jokowi ingin menunjukkan rasa respek dan penghargaannya kepada gubernur dan wakil gubernur sebagai pemimpin daerah. Kedua, mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin mengingatkan bahwa pemerintah daerah bukanlah terpisah dengan pemerintah pusat. Pemerintah daerah merupakan wakil pemerintah pusat di seluruh penjuru Indonesia. Sebab itu, kirab budaya itu menunjukan nilai-nilai sinergitas, mengayomi dan tanggung jawab.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini