Terjerat Kasus Pesta Gay, Bos T1 Sauna Masih Berkeliaran di Luar Negeri

Badriyanto, Okezone · Rabu 18 Oktober 2017 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 18 338 1797879 terjerat-kasus-pesta-gay-bos-t1-sauna-masih-berkeliaran-di-luar-negeri-Vxb26vLSC4.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo (foto: Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya masih terus melacak keberadaan HI, pemilik T1 Sauna dan Gym, Plaza Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat, yang dijadikan tempat praktik terselubung prostitusi kaum gay. HI diduga melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari kasus yang sedang melilitnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, namun hingga saat ini masih belum mendapat petunjuk prihal posisi persembunyian HI terebut.

"Untuk tempatnya kita belum tahu posisi yang jelas, tapi sudah keluar negeri," ungkap Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

 (Baca: Oalah, Pemilik T1 Sauna Akui Sediakan Tempat untuk Pesta Gay)

HI sendiri sudah masih dalam daftar pencarian orang (DPO), sembari melacak keberadaan HI, anak buahnya juga konsentrasi merampungkan berkas perkara perkara lima tersangka laiannya untuk diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta agar segera diteliti.

Sementara itu, berkas HI akan menyusul setelah dilakukan pemeriksaan dan proses lainnya. HI merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus tesebut, dugaan sementara HI melarikan diri ke Singapura.

"Yang terpenting saat ini adalah 5 orang ini, kan ditahan membutuhkan waktu, ada batas waktu untuk penyidikan, kita selesaikan dahulu kalau nanti selesai baru kita kirim ke Kejaksaan. Masalah yang DPO berkas sendiri bisa," pungkasnya.

 (Baca: Pemberkasan Selesai, Seluruh Tersangka Pesta Gay Akan Jalani Proses Persidangan)

Berkaitan dengan kasus tesebut, polisi menetapkan enam orang tersebut yakni GG, GCMP, NA, TS, KH dan HI. Mereka digerebek pada Sabtu 7 Oktober lalu di T1 Sauna, Ruko Plaza Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat.

Atas perbuatannya itu, mereka dijerat Pasal 4 Ayat 2 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 296 KUHP dengan ancaman kurungan enam tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini