nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Oalah, Berkas Jonru Ginting Masih Diteliti di Kejati DKI

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017 13:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 20 338 1799206 oalah-berkas-jonru-ginting-masih-diteliti-di-kejati-dki-PouXF5gfHM.jpg Jonru Ginting (Foto: Ist)

JAKARTA - Berkas perkara kasus dugaan ujaran kebencian melalui akun media sosial elektronik Facebook yang menjerat penulis sekaligus narablog Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi menyampaikan, hingga saat ini jaksa dari Kejati DKI masih meneliti kelengkapan formal maupun materil berkas perkara Jonru Ginting tersebut.

"Sampai saat ini masih dalam penelitian jaksa peneliti," kata Nirwan saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (20/10/2017).

 (Baca: Ada Acara Lain, Jonru Ginting Mangkir dari Pemeriksaan Polisi Terkait Kasus Ujaran Kebencian)

Sekadar informasi, berkas perkara Jonru Ginting dilimpahkan Rabu 11 Oktober 2017 lalu oleh penyidik Polda Metro Jaya. Dengan demikian, Kejati DKI Jakarta masih punya waktu empat hari untuk meneliti sebelum dipilutuskan lengkap atau tidaknya.

"Sebagaimana Pasal 138 Ayat 2 KUHP, dalam hal hasil penyidikan belum lengkap, penuntut umum mengembalikan berkas perkara kepada penyidik berikut petunjuk dalam waktu 14 hari," terangnya.

(Baca: Jonru Dilaporkan Hina Jokowi di Medsos, Polda Metro: Krimsus Akan Konfirmasi ke Saksi)

Berkaitan dengan kasus tesebut, Jonru Ginting menyebut menyebut Nahdlatul Ulama (NU) menerima uang pelicin senilai Rp1,5 triliun dari Presiden Jokowi untuk menerima Perppu Ormas, serta menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) satu-satunya Presiden Indonesia yang tidak jelas asal-usulnya.

Atas perbuatannya itu, Jonru Ginting dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancamannya di atas 5 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini