Pasca-Kasus Debora, RS Mitra Keluarga Lakukan Restrukturisasi dan Akreditasi

Muhammad Iqbal, Okezone · Selasa 24 Oktober 2017 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 24 338 1801487 pasca-kasus-debora-rs-mitra-keluarga-lakukan-restrukturisasi-dan-akreditasi-Yrsu0RuT84.jpg Jumpa Pers RS Mitra Keluarga (Foto: M Iqbal)

JAKARTA - Perombakan struktur Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga menjadi perhatian khusus dalam penanganan kesehatan. Restrukturisasi merupakan langkah patuh terhadap Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan layanan kesehatan.

"Sebenarnya langkah yang kita ambil mengacu pada saran dan rekomendasi dari Dinkes. Restrukturisasi hanya langkah awal. Dan nanti kepala yang berwenang yang akan membawa kebaikan untuk pelayanan kesehatan," ungkap Direktur RS Mitra Keluarga Dr. Jocelyn Andrianto, saat jumpa pers di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).

Selain itu, RS Mitra Keluarga juga akan melakukan langkah yang diminta sebagai sanksi administrasi terkait kesalahan penanganan pasien sebelumnya, seperti pada insiden penanganan bayi Debora.

"Kemudian kami dituntut untuk melakukan akreditasi selama enam bulan. Awal Desember kami lakukan tinjauan awal dari tim akreditasi," ucapnya.

Jocelyn menambahkan, untuk memberikan kepercayaan terhadap publik, pihaknya juga akan terus melakukan peningkatan pelayanan kesehatan. "Kami juga terus melakukan peningkatan tenaga medis dan nonmedis di rumah sakit," ujarnya.

Sekadar informasi, bayi Debora meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat pada 3 September 2017 lalu. Bayi berusia empat bulan itu meregang nyawa lantaran tak mendapatkan perawatan medis intensif.

Mulanya pihak RS telah memberikan pertolongan pertama. Kemudian, dokter mengharuskan bayi malang itu dimasukkan ke ruang pediatric intensive care unit (PICU). Namun, karena orangtua Debora kekurangan bayar uang muka, akhirnya tak bisa dirawat di ruang PICU hingga Debora meninggal dunia.

RS Mitra Kalideres juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Majelis Advokat Indonesia. Laporan ini diterima polisi dengan nomor: LP/4414/IX/2017/PMJ/Dit Reskrimsus tertanggal 14 September 2017. Dalam laporan polisi tersebut disertakan Pasal 32 Ayat (2) Juncto Pasal 85 Juncto Pasal 190 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek turut menjatuhkan sanksi administrasi kepada RS Mitra Keluarga Kalideres. Pemberian sanksi merupakan hasil penelusuran investigasi Kemenkes terhadap rumah sakit RS Mitra Keluarga Kalideres.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini