nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pernah Berjaya dan Jadi Perbincangan, 3 Tempat Hiburan Malam Ternama di Jakarta Ini Akhirnya Ditutup

Fahmy Fotaleno, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 06:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 02 338 1807274 pernah-berjaya-dan-jadi-perbincangan-3-tempat-hiburan-malam-ternama-di-jakarta-ini-akhirnya-ditutup-9HdKPEqH7d.jpg Diskotik Stadium yang ditutup di masa kepemimpinan Ahok (Foto: IST)

JAKARTA - Klub malam adalah tempat hiburan malam orang dewasa yang buka pada waktu larut malam. Walaupun berupa kedai minuman, namun klub malam berbeda dengan bar atau diskotik karena dilengkapi ruang tarian dan layanan DJ yang memainkan musik dengan iringan tarian yang biasanya erotis.

Musik yang diperdengarkan dalam klub malam diperdengarkan oleh grup musik secara langsung atau campuran lagu yang dimainkan oleh DJ yang diperdengarkan melalui sistem audio yang serba lengkap. Kebanyakan klub malam mengutamakan genre musik tertentu, seperti techno, house, heavy metal, garage, hip-hop, salsa, dancehall, atau soca.

Sebagai kota metropolitan, Jakarta termasuk sebagai salah satu 'surganya' bagi mereka yang mencari hiburan malam tak terkecuali mereka yang berasal dari luar daerah. Banyak tempat-tempat hiburan malam yang ditawarkan di Jakarta.

Dari info yang dihimpun, diskotek atau tempat hiburan malam pertama di Jakarta berdiri pada 12 November 1970 bernama Tanamur. Pemiliknya Ahmad Fahmy Alhady, anak saudagar Arab, juragan tekstil di Tanah Abang. Dan sejak saat itu, temat-tempat hiburan malam menjamur di Ibu Kota.

Keberadaan tempat hiburan malam tidak terlepas dari pro dan kontra. Dan pada perjalanannya ada 3 tempat hiburan malam yang cukup terkenal di Jakarta yang akhirnya ditutup. Berikut 3 tempat hiburan malam tersebut:

1. Stadium

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta telah mencabut izin usaha diskotek Stadium, Jakarta Barat.

Peristiwa tewasnya Bripda Jacky Vay Gumerang yang menjadi salah satu pemicu penutupan Stadium. Anggota Polres Minahasa Selatan, Sulawesi Utara itu tewas overdosis saat dugem di diskotek empat lantai tersebut pada Jumat, 16 Mei 2014.

Saat itiu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, aksi penutupan terpaksa dilakukan karena memang Stadium dianggap sudah kelewatan. Berbagai peringatan sudah disampaikan, namun tak ada perubahan

2. Mille's

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk menutup tempat hiburan malam Mille's, Mangga Besar, Jakarta Barat, Kamis, 13 Oktober 2016.

Sesuai Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Kepariwisataan, pada Pasal 99 Setiap pengusaha dan/atau manajemen perusahaan hiburan malam yang terbukti melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan, dan pemakaian narkoba dan/atau zat adiktif di lokasi tempat usaha hiburan malam, dilakukan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata.

Ahok menyatakan sebelumnya telah ditemukan adanya pengguna narkoba di diskotek Mille's. Tepatnya, pada Mei 2016 lalu. Sehingga, tidak ada kompromi lagi untuk tidak menutup diskotek tersebut.

3. Alexis

Dan yang terbaru adalah langkah tegas Gubernur DKI Jakarta yang baru yakni Anies Baswedan yang memenuhi janji kamapnyenya dengan menutup Hotel Alexis.

Ia tidak memperpanjang izin usaha tempat hiburan malam Hotet Alexis di bilangan Jakarta Utara tersebut demi menjadikan Jakarta kota yang bermoral.

Anies mengaku hal tersebut juga dilakukan lantaran menerima banyak laporan dari berbagai pihak. "Ada, ada laporan-laporan dan lain-lain," ungkap Anies.

(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini