nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jakarta Peringkat Dua Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia, Kelompok Gay Penyumbang Terbesar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 16:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 03 338 1807944 jakarta-peringkat-dua-penyebaran-hiv-aids-di-indonesia-kelompok-gay-penyumbang-terbesar-8kdX9wXG1J.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Data Observasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI dari tahun 2009 hingga 2017 Triwulan I menyatakan bahwa Ibu Kota Jakarta masuk dalam peringkat nomor dua se-Indonesia dalam penyebaran virus HIV/AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta dr Koesmedi mengungkapkan bahwa penyebaran virus mematikan itu paling tinggi disebabkan oleh kelompok laki laki suka laki laki (LSL) atau dikenal sebagai kaum homoseksual.

Menurut dia, dalam era belakangan ini terdapat pergeseran pola dalam penyebaran virus mematikan tersebut. Pasalnya, sebelum tahun 2009 pengidap penyakit HIV/AIDS banyak didominasi akibat penyalahgunaan pemakaian jarum suntik.

"Belakangan ini peningkatan kasus HIV ataupun AIDS tertinggi adalah kelompok seksual Gay atau LSL lebih tinggi. Kalau perempuan karena lebih tertutup jadi tidak menular kalau laki pasti tinggi sekali angka itu," ujar Koesmedi saat rilis pengungkapan kasus penyebaran konten pornografi sesama jenis di Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur, Jumat (3/11/2017).

Menyusul kelompok Gay, Koesmedi menuturkan tingginya penyebab virus itu terjadi juga disebabkan banyaknya kaum muda mudi yang gonta ganti pasangan saat berhubungan badan.

"Sampai Triwulan I 2017 ada 46.758 dengan angka AIDS artinya AIDS itu HIV yang sudah masuk dalam proses AIDS itu ada 8.769," ungkap dia.

Untuk menekan angka penyebaran virus HIV/AIDS, Dinkes DKI mengimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa memiliki risiko mengidap penyakit yang belum ditemukan obatnya itu untuk berkonsultasi ke dokter.

Konsultasi itu dapat dilakukan di 44 Puskesmas dam 48 Rumah Sakit di Jakarta yang bisa melakukan pemeriksaan terhadap virus berbahaya itu. Salah satunya, di RS Polri, Kramat Jati.

"Jangan khawatir karena itu identitas semua akan ditutup dan pengobatan gratis. Adapun pengobatan ARP terhadap HIV itu sudah sangat baik jadi bisa menekan orang, menyembuhkan tidak, tapi bisa menekan sampai kembali pada kondisi sehat kembali," tutup dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini