Polisi Sudah Mengetahui Jejak Bos T1, Tempat Gym Sarang Gay di Harmoni

Fadel Prayoga, Okezone · Selasa 07 November 2017 05:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 07 338 1809581 polisi-sudah-mengetahui-jejak-bos-t1-tempat-gym-sarang-gay-di-harmoni-PkU9OVV0mh.jpg Kapolres Jakarta Pusat, Suyudi Ario Seto (Foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Aparat kepolisian telah mengetahui keberadaan HI, pemilik T1 Sauna dan Gym, Plaza Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat, yang dijadikan tempat praktik prostitusi kaum gay. Diketahui ia berada di kawasan Asia Tenggara.

Kapolres Jakarta Pusat, Suyudi Ario Seto mengatakan pihaknya telah mengetahui jejak dia yang suka berpindah tempat. Kata dia, informasi terakhir ia ada di Vietnam dan Singapura sedang jalan-jalan. Namun, pihaknya belum ada upaya untuk melakukan pencekalan agar dia pulang ke Tanah Air.

"Terakhir kita monitor antara di Singapura dan Vietnam. Ya, nanti kita lihat perkembangannya. Kalau ternyata signifikan balik ke Indonesia lagi kita lakukan pencekalan," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (6/11/2017).

(Baca Juga: Ini Toh Situs yang "Mengundang" Para Gay Datang ke T1 Sauna)

Ia menerangkan, HI sudah kabur sebelum tempat usahanya digrebek. Pihaknya menampik kalau ada pandangan bahwa polisi sudah kongkalikong dengan HI sebelum penggebrekan.

"Informasinya jalan jalan saja. Bukan karena kita gerebek dia kabur. Kan kita cek," imbuhnya.

Lebih lanjut, Suyudi berkata, pihaknya juga telah mengendus kalau ada lokasi prostitusi di wilayah hukumnya. Hal itu berdasarkan pantauan di media sosial, namum karena modusnya sudah tercium, alhasil mereka menutup tempat usahanya.

"Ada beberapa, sesuai di web saja. Karena sudah termonitor mungkin tidak ada kegiatan lagi," tandasnya.

(Baca Juga: Melihat Lebih Dekat T1 Spa & Gym, Tempat Pesta Gay di Kawasan Harmoni)

Berkaitan dengan kasus tesebut, polisi menetapkan enam orang tersebut yakni GG, GCMP, NA, TS, KH dan HI. Mereka digerebek pada Sabtu 7 Oktober lalu di T1 Sauna, Ruko Plaza Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat.

Atas perbuatannya itu, mereka dijerat Pasal 4 Ayat 2 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 296 KUHP dengan ancaman kurungan enam tahun penjara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini