Share

Pengamat: Kaji Dulu Sebelum Cabut Larangan Motor Melintas di Jalan Sudirman-Thamrin

Muhammad Iqbal, Okezone · Kamis 09 November 2017 05:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 09 338 1811005 pengamat-kaji-dulu-sebelum-cabut-larangan-motor-melintas-di-jalan-sudirman-thamrin-I5nWVP6nj0.jpg Ilustrasi larangan sepeda motor melintas Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewacanakan akan menghapuskan larangan melintas bagi sepeda motor di Jalan Sudirman – Thamrin, Jakarta Pusat.

Menurut pengamat transportasi Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung, hal tersebut justru akan menjadikan masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi kembali membanjiri Ibu Kota Jakarta.

Saat ini, banyak dari masyarakat yang memilih untuk menggunakan moda transportasi dengan angkutan umum karena adanya larangan melintas bagi sepeda motor dan aturan ganjil – genap bagi pengendara roda empat.

“Dengan adanya wacana ini, maka kendaraan pribadi yang tadinya menggunakan angkutan umum sebagai moda transportasi maka akan kembali lagi menggunakan kendaraan pribadi mereka,” jelas dia kepada Okezone, Kamis (8/11/2017).

Ellen menyebut hal yang akan kembali menyebabkan kemacetan di Ibu Kota Jakarta ke depan adalah kendaraan sepeda motor.

“Terutama adalah pemotor, yang tadinya dilarang maka sekarang akan kembali memenuhi titik tersebut dan akan menjadi titik kemacetan. Karena orang yang bepergian menggunakan angkutan umum selama ini akan kembali menggunakan sepeda motor mereka,” katanya.

Ellen menambahkan, jika ingin mencapai target pemerintah dengan menjadikan masyarakat Jabodetabek sebagai masyarakat yang menggunakan kendaraan umum, wacana pencabutan larangan tersebut tidak dilakukan.

“Dan Jakarta atau Jabodetabek kan punya target untuk menjadikan masyarakat agar menjadi pengguna transportasi umum pada tahun 2019, sekarang ini kan baru 25 persen. Itu tidak akan tercapai kalau tidak ada pemaksaan untuk menggunakan angkutan umum,” jelasnya.

Kendati Ellen tidak mengetahui pasti rencana Pemprov DKI mengeluarkan wacana tersebut, namun alangkah baiknya bila dilakukan kajian mendalam terlebih dahulu. “Wacana ini harusnya dikaji terlebih dahulu,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi tak setuju soal rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang bakal mengizinkan kembali pengendara motor melewati Jalan Merdeka Barat-Thamrin. Sebab menurutnya, kebijakan yang dulu sudah benar agar mendorong masyarakat menaiki transportasi umum.

"Saya tidak setuju. Jadi diatur, dilarang, sekarang kan sudah bagus ya, pembangunan ada MRT, busway. Kita menekan agar teman-teman pengguna jalan naik kendaraan umum," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 7 November 2017.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini