nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurnalis Okezone Dikeroyok Oknum Polisi, Pokja Wartawan Depok: Aparat Jangan Anti-Kritik

Apriyadi Hidayat, Jurnalis · Senin 13 November 2017 23:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 13 338 1813476 jurnalis-okezone-dikeroyok-oknum-polisi-pokja-wartawan-depok-aparat-jangan-anti-kritik-YUGCryrH4V.jpg Ilustrasi. Foto Okezone

DEPOK – Seorang jurnalis Okezone bernama Saldi Hermanto dikeroyok sembilan oknum anggota Sabhara Polres Mimika, Papua, menunjukkan bukti bahwa masih ada polisi yang anti-kritik.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Depok, Sidharta Aria Agung, menyesalkan peristiwa kekerasan terhadap jurnalis itu. Terlebih Saldi dikeroyok dan disertai aksi penganiayaan lantaran postingan status di akun Facebooknya.

"Oknum aparat yang diduga melakukan penganiayaan tersebut harus diproses secara hukum. Aparat penegak hukum pun tidak boleh tebang pilih," ujar pria yang akrab di sapa Darta ini kepada Okezone, Senin (13/11/2017).

Baca: AJI: Ada 106 Kasus Kekerasan terhadap Wartawan dalam 2 Tahun Terakhir, Hanya Satu yang Tuntas!

Menurutnya, postingan Saldi itu bagian dari kritik dan sudah seharusnya dijadikan masukan untuk memperbaiki, bukan menghakimi.

"Seharusnya, postingan korban itu dijadikan masukan bagi aparat terkait. Anggap saja postingan itu sebagai informasi yang harus dicari tahu kebenarannya, jangan malah bertindak main hakim sendiri. Kalau seperti ini menunjukkan seolah polisi anti-kritik," tandas pewarta Metro TV ini.

Diketahui, Saldi dijemput di sebuah kedai kopi dekat kantor Satuan Lantas Polres Mimika, Papua. Ia dijemput tanpa surat perintah penangkapan pada Sabtu (11/11/2017) malam lalu.

Diduga Saldi dianiaya karena para pelaku merasa tersinggung dengan postingannya di media sosial Facebook yang berbunyi, "Petugas Keamanan Tapi Cara Penanganannya Bulukan Begitu, Goblok."

Saldi mengeluarkan postingan tersebut bukan tanpa sebab. Ia merasakan kesal karena aksi penanganan pihak Polres Mimika dalam kericuhan Pasar Malam di Lapangan Timika Indah yang mengeluarkan tembakan.

Kondisi tersebut menyebabkan warga panik. Saldi yang dua anaknya jatuh saat melarikan diri dari lokasi kericuhan.

"Kami wartawan, tidak akan menyampaikan infomasi yang tidak berdasar, meskipun itu di dalam medsos pribadi," pungkas Darta.

Dalam aksi pemukulan tersebut menyebabkan Saldi mengalami luka di wajah bagian kiri. Bagian lain wajahnya tampak bengkak dan lebam. Luka juga tampak di bagian lehernya. Pengakuan Saldi, ia juga mengalami sakit pada bagian rusuk kanan yang menyebabkannya sulit bernafas.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini