Protes Kebijakan, Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi Kembali Mogok Jualan

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 14 November 2017 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 14 338 1814087 protes-kebijakan-pedagang-pasar-induk-tanah-tinggi-kembali-mogok-jualan-fabf6cn1aF.jpg Pasar Induk Tanah Tinggi (foto: Ist)

JAKARTA - Pedagang di Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, Banten masih melanjutkan aksi mogok jualan lantaran memprotes beberapa kebijakan. Bahkan, dalam aksi kali ini diperkirakan jumlah pedemo bertambah banyak.

"Jumlahnya yang pasti hari ini bertambah,” kata salah satu pedagang di Pasar Induk Tanah Tinggi, Suhaemi, Selasa (14/11/2017).

 

Bahkan, buntut dari kegiatan itu, dia mengklaim harga sejumlah bahan pokok di pasar sekitar Banten diperkirakan mengalami kenaikan. Misalnya, lanjut dia, seperti bawang merah dan cabai sudah mengalami kenaikan di sejumlah pasar di dekat Pasar Induk.

"Bawang merah menjadi Rp40 ribu, cabai rawit jadi Rp50 ribu, sebelum ada aksi mogok jualan enggak segitu," ucap dia.

Meskipun begitu, Suhaemi menyayangkan sikap dari pihak pengelola yang dinilai tidak merespon aspirasi dari para pedagang tersebut. Dia sendiri meminta untuk menghentikan distribusi Rp 1.000 per kilogram sayur dan perpanjangan kontrak yang belum waktunya.

"Jadi, sampai hari ini belum ada perwakilan dari pengelola untuk menemui kami, padahal imbas dari aksi ini sudah terasa," papar dia.

Sementara itu, Ketua Pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi, Luster P Siregar menjelaskan, kebijakan yang ditolak yakni, paksaan ke pedagang untuk membuat kontrak sewa baru tahun 2021 hingga 2026.

Tak hanya itu, situasi pengangkutan atau transportasi di dalam maupun luar pasar semrawut sehingga memacetkan lalu lintas.

"Pengelola juga melarang para pedagang membentuk organisasi, paguyuban, atau perkumpulan," tutup Luster.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini