Gelar Maulid Nabi dan Reuni Akbar di Monas, Alumni 212 Undang Presiden dan Panglima TNI

Badriyanto, Okezone · Kamis 23 November 2017 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 23 338 1819176 gelar-maulid-nabi-dan-reuni-akbar-di-monas-alumni-212-undang-presiden-dan-panglima-tni-2XFokpqO3X.jpg ilustrasi (dok okezone)

JAKARTA - Presidium Alumni 212 berencana menggelar Maulid Nabi dan reuni akbar memperingati satu tahun Aksi Bela Islam 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Dalam kegiatan itu, sejumlah tokoh dan pejabat diundang, termasuk Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan, selain Presiden Jokowi dan Panglima Gatot, pihaknya berencana mengundang Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk hadir dalam acara yang akan diikuti jutaan umat Islam dari berbagai daerah tersebut.

"Presiden kami undang, Kapolri kami undang, Panglima TNI kami undang. Cuma untuk Kapolri dan Presiden masih di kami undangannya, karena baru jadi tadi pagi undangan VIP-nya," kata Slamet saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (23/11/2017).

(Baca Juga: 1 Juta Orang Diperkirakan Hadir saat Reuni Akbar Alumni 212 di Monas)

Slamet menambahkan, hingga saat ini, Presiden Jokowi, Jenderal Gatot, dan Tito masih belum dapat dipastikan hadir. Rencananya, undangan kepada Jokowi dan Tito akan dikirimkan sore ini.

"Belum, belum (konfirmasi) kan baru tadi pagi undangannya jadi. Insyaallah proses pengiriman mulai nanti sore atau besok pagi. Kalau sudah diterima, kami konfirmasi," katanya.

(Baca Juga: Peringati Setahun Aksi 212, Massa Kembali akan 'Putihkan' Monas)

Sekadar diketahui, Alumni 212 merupakan sekumpulan umat Islam yang terlibat dalam aksi bela Islam yang digelar pada 2 Desember 2016, yang kemudian diberi nama Aksi 212. Aksi itu disebut-sebut sebagai aksi massa terbesar sepanjang sejarah modern bangsa Indonesia.

Puluhan ribu umat muslim dari penjuru Indonesia berbondong-bondong ke Ibu Kota, menyusul pernyataan kontroversi mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap menghina agama Islam lewat pidatonya di Kepulauan Seribu yang menyadur Surat Al Maidah Ayat 51.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini