Diduga Cemarkan Nama Baik, Elite Golkar Polisikan Dolly Kurnia

Muhammad Iqbal, Okezone · Jum'at 24 November 2017 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 24 338 1820015 diduga-cemarkan-nama-baik-elite-golkar-polisikan-dolly-kurnia-5PXViuEf6v.jpeg Wakil Ketua DPD II Golkar Johnson Silitonga (Foto: M Iqbal)

JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar melaporkan Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Dolly Kurnia, ke Polda Metro Jaya. Dolly diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Golkar dengan beberapa pernyataannya di media massa.

Wakil Ketua DPD II Golkar Jakarta Timur, Johnson Silitonga mengatakan, pencemaran nama baik yang dilakukan Dolly, berupa tuduhan terhadap pemimpin Golkar yang dinilai defensif terhadap isu-isu korupsi.

"Banyak dan tidak pantas saja (penghinaannya). Dia mengatakan kepemimpinan partai Golkar ini defensif terhadap isu-isu korupsi, padahal kan tidak, Kepemimpinan Partai Golkar ini kolektif kolegial, tidak bisa dibilang seperti itu," kata Johnson di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/11/2017).

Sebab itu, sebagai partai besar, Golkar merasa sudah dirugikan oleh ulah Dolly. Padahal Johnson mengaku Dolly merupakan rekan baiknya dan merupakan sosok potensial di dunia politik, terutama di Partai Golkar. 

"Dia teman baik saya. Saya kenal betul sama dia, dia juga orang memiliki sosok yang potensial," ungkapnya. 

Johnson menambahkan, Dolly sudah sejak lama diberhentikan dari partai berlambangkan pohon beringin itu. Namun, Dolly dan sejumlah pihak yang memakai simbol Golkar saat mengeluarkan pernyataan di media, juga disebut Johnson merugikan partai berlambang pohon beringin.

"Terus beliau juga mendahului proses hukum dan beliau mengatakan sudah tahu sebelum putusan hukum. Beliau juga menyampaikan, kalau tidak salah partai barbar atau partai apa gitu, ada di kliping yang saya bawa ini," tutur dia. 

Sebelum membuat laporan, lanjut Johnson, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dolly. Namun, upaya komunikasi itu tidak membuahkan hasil sehingga akhirnya dia memilih jalur hukum.

"Sebelum sanksi itu dijatuhkan, banyak senior yang komunikasi. Tapi dengan dia manuver seperti ini, mungkin enggak ketemu jalannya. Makanya saya laporkan ini, agar ini tidak menjadi preseden buruk," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini