Ahmad Dhani Jadi Tersangka, Gerindra Bakal Pasang Badan

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 28 November 2017 13:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 28 338 1821866 ahmad-dhani-jadi-tersangka-gerindra-bakal-pasang-badan-bkx8IvAJEU.jpg Politisi Partai Gerindra, Desmon (foto: Okezone)

JAKARTA - Partai Gerindra akan melakukan pembelaan untuk kadernya, Ahmad Dhani Prasetyo yang menjadi tersangka dalam kasus ujaran kebencian melalui media elektronik yang dilaporkan Jack Lapian.

"Ya, kita akan melakukan pembelaan terhadap kader kami Ahmad Dhani, kita akan siapkan lawyer. Kalau dia perlu lawyer Gerindra, akan kita siapkan," jelas Ketua DPP Partai Gerindra, Desmond J Mahesa saat dihubungi, Selasa (28/11/2017).

 (Baca juga: Polisi Tetapkan Ahmad Dhani Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian)

Gerindra, menurut Desmond, sangat prihatin dengan penetapan tersangka ini. Meski begitu, Gerindra tetap menghormati proses hukum ini asalkan penetapan tersangka ini murni persoalan hukum.

"Apapun yang terjadi penetapan ini, kami sebagai pimpinan Partai Gerindra tentunya prihatin dengan keputusan ini. Tapi kalau ini sudah putusan polisi, mudah-mudahan ini persoalan hukum bukan persoalan politik. Ini yang harus kita lihat ke depan," pungkasnya.

Seperti diketahui Penyidik Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan telah resmi menetapkan pentolan grup Band legendaris Dewa 19 Ahmad Dhani Prasetyo sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian melalui media elektronik.

"Iya betul (Ahmad Dhani tersangka)," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.

Peningkatan status hukum Dhani terlihat melalui surat panggilan terhadap dirinya sebagai tersangka yang beredar di kalangan wartawan. Dalam surat panggil itu tertera, pemeriksaan Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dijadwalkan pada Kamis 30 November 2017 pukul 13.00 WIB mendatang di Polres Metro Jakarta Selatan. Surat pemanggilan tersebut ditandatangani penyidik pada 23 November 2017.

Dihubungi terpisah, Jack Lapian selaku pihak pelapor mengatakan, Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka sejak polisi melakukan gelar perkara pada Kamis 23 November 2017 lalu.

Seperti diketahui, Ahmad Dhani dilaporkan Jack Lapian terkait kicauannya di akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang diunggah pada 6 Maret 2017. Ahmad Dhani menebar kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat itu mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Meski esoknya telah meminta maaf melalui akun Twitter-nya, Jack Lapian selaku simpatisan Ahok sekaligus pendiri BTP Network tetap melaporkan kicauan itu ke polisi pada Kamis, 9 Maret 2017. Dalam laporannya, Dhani diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Kasus itu kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan pada 14 Juli 2017 dengan ditandai pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke kejaksaan. Dengan begitu, polisi telah menemukan unsur pidana dalam perkara tersebut.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini