nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Punya Izin, 168 Bangunan di Bojonggede Dibongkar

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 13:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 30 338 1823123 tak-punya-izin-168-bangunan-di-bojonggede-dibongkar-UoA7zFTIHn.jpg 168 bangunan yang tak memiliki izin di Bojonggede, Bogor, dibongkar petugas gabungan. (Foto: Putra Ramadhani Astyawan/Okezone)

BOGOR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor membongkar ratusan bangunan tanpa izin di Jalan Raya Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan, bangunan yang mayoritas tempat usaha dan tempat tinggal itu dibongkar karena tidak memiliki surat izin mendirikan bangunan (IMB).

"Total hari ini ada 168 bangunan permanen yang dibongkar. Ini penegakan Peraturan Daerah (Perda). Mereka tidak punya surat IMB dan berdiri dekat rel dan Kali Baru," kata Agus, Kamis (30/11/2017).

(Baca Juga: Mantap! Tempati Bangunan Liar, 400 Lapak PKL di Puncak Ditertibkan)

Menurutnya, sebelum pembongkaran, pihaknya telah melakukan tahapan proses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, dengan memberikan surat pemberitahuan, surat peringatan dan penyegelan.

"Sosialisasi kan juga sudah lama. Surat teguran dari BKKPP I, II, III lalu dari kami juga sudah memberikan surat peringatan I, II, dan III. Itu sudah dilakukan semua. Kami lakukan penertiban ini mulai dari Desa Bojonggede sampai Desa Bojong Baru," jelasnya.

Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, Kementerian PUPR, dan PT KAI untuk mengembalikan fungsi utama bangunan yang dibongkar tersebut sebagai lahan hijau.

"Kita akan kembalikan ke fungsi utamanya lahan hijau, bukan untuk pelebaran jalan," tutu Agus.

(Baca Juga: 539 Bangunan Liar di Kawasan Puncak Dibongkar, 300 Petugas Dikerahkan)

Sementara itu, salah satu pemilik bangunan, Amelia (35), mengaku tidak terima dengan pembongkaran ini. Menurutnya, bangunan yang sudah di tempatinya selama 20 tahun itu memiliki surat-surat yang sah.

"Saya sudah 20 tahun tinggal di sini. Sertifikat ada, Akta Jual Beli (AJB) juga ada. Kemarin saya dikasih tahu sama lurah untuk ngurus IMB-nya. Tapi, setelah diurus setengah jalan, ternyata malah tidak bisa. Padahal surat resinya sudah turun," ujar Amelia.

Amelia mengaku kecewa lantaran pembongkaran ini terkesan tidak dilakukan secara merata dan dilakukan secara tergesa-gesa. Amelia bersama keluarganya pun tidak tahu harus mencari tempat tinggal yang baru pasca-pembongkaran ini.

"Di sini itu semua bangunan kanan-kiri tidak ada IMB-nya kenapa yang di sini aja yang dibongkar. Sedangkan saya mau urus IMB-nya malah ditolak. Selasa kemarin langusung disegel petugas. Sekarang kami harus tinggal di mana?" ungkap Amelia.

Hingga kini, pembongkaran bangunan yang dilakukan sekitar 300 personel gabungan tersebut masih berlangsung. Arus lalu lintas di lokasi pun macet parah akibat pembongkaran ini.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini