nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianggap Mencukupi, Polisi Sudahi Pemeriksaan Terhadap Ahmad Dhani

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017 10:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 05 338 1825281 dianggap-mencukupi-polisi-sudahi-pemeriksaan-terhadap-ahmad-dhani-N449ayV3SQ.jpg Ahmad Dhani. (Foto: Antara)

JAKARTA - Polisi belum menjadwalkan kembali pemeriksaan terhadap musisi Ahmad Dhani sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian di Twitter. Sebab, polisi menganggap sudah cukup memeriksanya

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, Ahmad Dhani bisa saja kembali diperiksa penyedik bila memang masih ada keterangan yang kurang. Sejauh ini, belum ada agenda pemeriksaan tambahan terhadap pentolan band Dewa 19 itu.

"Ahmad Dhani nanti dicek agenda penyidik, apakah sudah cukup atau tidak. Kalau cukup, masa mau diperiksa lagi," ujarnya pada wartawan, Selasa (5/12/2017).

Meski berstatus sebagai tersangka, kata dia, Ahmad Dhani tidak ditahan polisi. Saat diperiksa polisi sebagai tersangka untuk pertama kalinya dalam kasus itu, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon sempat datang ke sana menjenguk malam harinya. Namun, polisi menegaskan Ahmad Dhani tak ditahan bukan karena jaminan Fadli Zon.

(Baca juga: Polisi Tetapkan Ahmad Dhani Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian)

"Tidak ditahan ada subjektivitas penyidik, itu ada di undang-undang. Penyidik boleh tidak menahan, boleh menahan juga tapi semua ada di penydik yang punya kewenangan. Tidak ada jaminan apa-apa," katanya.

Ahmad Dhani Jalani Pemeriksaan Perdana Terkait Kasus Ujaran Kebencian

Ahmad Dhani dilaporkan oleh Jack Lapian terkait cuitannya di akun Twitter @AHMADDHANIPRAST  pada 6 Maret 2017. Ahmad Dhani dituduh menebar kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Meski telah meminta maaf melalui akun Twitter-nya, Jack Lapian selaku simpatisan Ahok sekaligus pendiri BTP Network tetap melaporkan kicauan itu ke polisi pada Kamis, 9 Maret 2017. Dhani diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Kasus itu kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan pada 14 Juli 2017 dengan ditandai pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke kejaksaan. Dengan begitu, polisi telah menemukan unsur pidana dalam perkara tersebut.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini