nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bongkar Sindikat Asal Nigeria, BNNK Bogor Amankan 417 Gram Sabu

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017 17:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 05 338 1825567 bongkar-sindikat-asal-nigeria-bnnk-bogor-amankan-417-gram-sabu-54YyVxSWuY.jpg BNNK Bogor saat beri keterangan ke awak media (Foto: Putra/Okezone)

BOGOR - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor berhasil membongkar sindikat peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang berasal dari Nigeria di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Kepala BNNK Bogor Nugraha Setia Budi mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari penangkapan bandar sabu berinisial JM (54) yang diamankan petugas di wilayah Bogor beberapa waktu lalu. Dari hasil penangkapan itu, BNNK berhasil mengamankan 5 paket sabu seberat 417,52 gram.

"Tersangka JM kami amankan saat bertransaksi di daerah Yasmin. Kemudian menggeledah rumah tersangka dan menemukan 5 paket sabu seberat 417,52 gram," katanya, Selasa (5/12/2017).

Dari hasil pemeriksaan, JM diketahui mendapatkan sabu-sabu tersebut dari seorang pria warga negara Nigeria berinisial H. Mereka pun bertransaksi dengan sistem tempel atau bertemu di suatu yang ditentukan.

"Bandar sabu yang lebih besar asal Nigeria dengan inisial H kami terus kejar dan statusnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," jelas Budi.

Budi menambahkan, JM merupakan residivis di Lapas Cipinang, Jakarta dengan kasus yang sama. JM akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

"Dengan pasal dan Undang-undang JM bisa terancam hukuman mati atau paling ringan 20 tahun penjara. Berkas tersangka akan segera kami serahkan ke Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor," tambah Budi.

Selain menangkap JM, BNNK Bogor juga mengamankan dua bandar narkotika lain berinisial RS dan ML di wilayah Bogor, Jawa Barat. Petugas mengamankan tujuh paket ganja, 11 paket kecil sabu-sabu, satu buah alat hisap sabu dan handphone.

"Untuk RS dan ML terancam pidana penjara paling minim 5 tahun dan maksimal 20 tahun," pungkasnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini