Share

Gubernur DKI Bakal 'Sulap' Pasar Tanah Abang agar Lebih Teduh

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 07 Desember 2017 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 07 338 1826711 gubernur-dki-bakal-sulap-pasar-tanah-abang-agar-lebih-teduh-Ekzijk60gU.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (foto: Antara)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sedikit membeberkan konsep revitalisasi Pasar Tanah Abang. Ia mengatakan Pemprov DKI Jakarta bakal 'menyulap' Tanah Abang menjadi kawasan yang teduh.

"Enggak ada bangunan khusus. Ini kan daerah yang kalau di siang hari itu cukup terik ya. Jadi, nanti akan dibuatkan tempat-tempat yang bisa lebih teduh," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).

 Kondisi Tanah Abang Kembali Semrawut Akibat PKL Berjualan di Trotoar

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu masih enggan menjelaskan konsepnya seperti apa. Ia hanya menyebutkan kalau di sana itu bakal terbangun beberapa bangunan.

"Sebenarnya bukan soal diumumkan ya, tapi ada beberapa yang harus dibangun di situ (Tanah Abang). Setelah selesai, itu sekaligus nanti kami tunjukan apa yang dilakukan di tempat itu," imbuhnya.

(Baca juga: Benahi Kesemrawutan Tanah Abang, Pemprov DKI Gandeng PT KAI)

Ketika ditanyai apakah akan dibangun semacam atap. Ia mengatakan bukan itu. Kata dia, nanti akan dijelaskan secara rinci bila pengkajiannya sudah selesai.

"Enggak bukan itu (atap)," pungkasnya.

 Kondisi Tanah Abang Kembali Semrawut Akibat PKL Berjualan di Trotoar

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan pengkajian ihwal penataan Tanah Abang. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, pihaknya akan umumkan solusi dari kesemrawutan pedagang kaki lima (PKL) tersebut.

(Baca juga: Persoalan PKL Tanah Abang, Sandiaga: Kami Akan Tertibkan dan Berikan Solusi)

Pengamat tata kota Nirwono Yoga sebelumnya mengatakan, menata kawasan Pasar Tanah Abang tak bisa dilakukan secara terpisah. Dibutuhkan upaya konsisten, terintegrasi dan menyeluruh untuk mewujudkan pasar ini sebagai pusat dagang internasional, seperti yang dinyatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Nirwono menjelaskan, dalam jangka pendek yang bisa dilakukan pemerintah adalah merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang tumpah ke jalan raya ke pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Jakarta.

Sekadar diketahui, saat ini Pusat Perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara tersebut kerab menjadi permasalahan kemacetan. Namun demikian hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta terus menerus berupaya mengatasi hal tersebut.

 

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini