Pengidap Difteri di Kota Tangerang Bertambah, 618 Ribu Jiwa Akan Diimunisasi

Chyntia Sami B, Okezone · Senin 11 Desember 2017 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 11 338 1828358 pengidap-difteri-di-kota-tangerang-bertambah-618-ribu-jiwa-akan-diimunisasi-h3Gy7RFNj9.jpg Imunisasi difteri di Kota Tangerang. (Foto: Chyntia Sami B/Okezone)

TANGERANG – Dinas Kesehatan Kota Tangerang melakukan vaksinasi program Outbreak Response Immunization (ORI) terhadap 618.000 jiwa se-Kota Tangerang yang masuk dalam usia rawan terinfeksi penyakit difteri. Hal tersebut dilakukan lantaran jumlah pengidap difteri di Kota Tangerang terus bertambah.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, sebelumnya hanya ada 6 kasus, tetapi kini sudah bertambah menjadi 8 kasus warga Kota Tangerang yang terinfeksi penyakit difteri.

"Di Kota Tangerang sekarang sudah ada 8 kasus. Semuanya belum pernah divaksin karena adanya ketidakpahaman orangtua tentang pentingnya vaksinasi," ujar Arief, Senin (11/12/2017).

Untuk itu, Arief mengimbau seluruh warga Kota Tangerang, terutama anak-anak untuk bisa menjalani vaksinasi yang disediakan secara gratis di Puskemas terdekat.

"Mari kita laksanakan program vaksinasi dengan baik karena tentunya lebih baik mencegah dari penyebaran penyakit difteri karena bisa menyebabkan kematian," tuturnya.

(Baca Juga: Puluhan Warga Tangerang Terinfeksi Difteri, 1 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan, program vaksinasi tersebut akan dilakukan secara bertahap terhadap 618.000 penduduk Kota Tangerang yang berusia 1 sampai 18 tahun.

"Hari ini program ORI sudah mulai dilaksanakan dan akan dilakukan secara bertahap sampai 7 bulan ke depan dengan fokus utama bagi anak berusia di bawah 18 tahun," ucap Liza.

Liza menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan posko imunisasi di puskesmas, posyandu, rumah sakit, dan sekolah yang tersebar di seluruh penjuru Kota Tangerang. Warga yang masih berusia di bawah 18 tahun dapat langsung mendatangi posko imunisasi tersebut untuk divaksin.

"Ini diperuntukkan khusus untuk warga di bawah usia 18 tahun dan gratis. Untuk warga yang berusia di atas 19 tahun, bisa mendaftarkan diri ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat dan bayar sendiri," tandasnya.

(Baca Juga: Menkes Nila Sebut Difteri Muncul Karena Anak Tak Mendapatkan Imunisasi)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini