Kuasa Hukum: Secara Normatif Seharusnya Ahok Dapat Remisi 15 Hari

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 20 Desember 2017 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 20 338 1833431 kuasa-hukum-secara-normatif-seharusnya-ahok-dapat-remisi-15-hari-0AVRlOeop0.jpg Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Foto: Antara)

JAKARTA - ‎Kuasa hukum terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), I Wayan Sudirta menilai, bahwa secara normatif kliennya seharusnya mendapat remisi 15 hari dari masa tahanannya.

Menurut Sudirta, mantan Gubernur DKI Jakarta itu berhak mendapatkan remisi perayaan Natal 2017 berdasarkan Keppres 174 Tahun 1999 tentang ‎Remisi.

"Pak Ahok sudah enam bulan lebih (ditahan) jadi secara normatif telah memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi selama 15 hari," kata Sudirta saat dihubungi Okezone, Rabu (20/12/2017).

 (Baca: Ahok Akan Dapat Remisi Natal 15 Hari, Kemenkumhan: Itu Masih Usulan)

‎Lebih lanjut, Sudirta mengaku belum mendapatkan informasi resmi bahwa remisi Natal untuk Ahok telah diberikan oleh Direktorat Lembaga Pemasyarakatan. Terlebih, kata dia, remisi yang sama juga diberikan kepada narapidana lainnya.

"Kalau turunnya kita belum cek. Itu sifatnya administratif. Tapi jika berbicara normatif ya sifatnya seperti itu," jelasnya.

Sudirta mengatakan, berdasarkan Keppres 174 Tahun 1999 tentang Remisi telah diatur bahwa terdapat tiga hal bagi narapidana mendapatkan remisi. Pertama, remisi umum yang diberikan pengurangan hukuman kepada narapidana karena peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

Kedua, lanjut dia, remisi khusus yang diberikan kepada narapidana lantaran tengah merayakan hari besar keagamannya seperti Natal. Sementara remisi ketiga adalah remisi tambahan lantaran dinilai telah berjasa bagi bangsa dan negara atau lembaga pemasyarakatan maupun narapidana lainnya.

Sementara berdasarkan Surat Edaran Direktur Jendral Pemasyarakatan Nomor 32. PS. 01.04-245 tertanggal 10 Mei 2001 dinyatakan bahwa pemberian remisi dapat dilakukan setelah seorang narapidana ‎menjalani masa tahanan selama enam bulan dengan ketentuan berkelakuan baik selama masa penahanan. Apabila ketenttuan tersebut dilanggar maka remisi dapat ditarik kembali.

"Pak Ahok itu karena sudah enam bulan (ditahan), beliau telah memenuhi syarat. Dia (Ahok) berkelakuan baik selama ditahanan," tukasnya.

Sebelumnya, Ahok telah divonis bersalah dalam kasus penodaan agama saat berpidato semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu. Mantan Bupati Belitung Timur itu divonis dua tahun penjara oleh majelis hakum Pengadilan Jakarta Utara.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini