Share

Planetarium, Objek Wisata Edukatif Bisa Dijadikan Alternatif

Griska Laras Widanti, · Rabu 27 Desember 2017 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 27 338 1836329 planetarium-objek-wisata-edukatif-bisa-dijadikan-alternatif-pyjXObI62a.jpg Planetarium Jakarta

BAGI Anda yang belum punya rencana untuk mengisi liburan panjang pergantian tahun, mungkin Planetarium yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, bisa menjadi pilihan tepat.

Objek wisata edukatif ini menjadi salah satu tempat yang diminati masyarakat selama liburan di Ibu Kota. Bangunan berkubah itu penuh sesak oleh pengunjung yang ingin menyaksikan pertunjukan teater bintang.

Sekedar memberikan gambaran suasana saat Okezone mengunjungi lokasi tersebut belum lama ini, Planetarium riuh oleh pengunjung yang menunggu pemutaran teater dimulai. Mereka memenuhi seisi ruangan, mengisi penuh kursi tunggu yang disediakan. Beberapa orang duduk di lantai membentuk lingkaran-lingkaran kecil. Suara percakapan, derap kaki anak-anak yang berlarian dan tangis bayi semakin membuat gaduh suasana.

Teater bintang adalah pertunjukan yang menayangkan video mengenai pembentukan alam semesta dan benda-benda langit. Ruang teater yang gelap dan efek visualisasi tata surya yang tampak nyata membuat penonton seolah-olah berada di luar angkasa.

Sensasi tersebut membuat teater bintang menjadi fasilitas yang paling digemari masyarakat. Sebanyak 900 tiket untuk dua sesi pertunjukan habis terjual pada hari itu. Jumlah tersebut sudah termasuk 200 tiket tambahan. Meski begitu masih banyak pengunjung yang tak mendapat tiket.

Salah satunya adalah Reni Oktavia yang datang dari Batam. Ia dan keluarga merasa kecewa karena tidak bisa menonton rekaman simulasi tata surya tersebut.

“Saya dari Batam ke Jakarta buat liburan. Bawa anak-anak ke sini biar mereka bisa liburan tapi nggak dapet tiket. Kalau liburan gini harusnya ditambah jumlah penayangannya,” ujarnya.

Menyiasati hal tersebut, pihak planetarium menyediakan tiket tambahan untuk menampung pengunjung yang datang. Sebanyak 200 tiket tambahan terjual untuk dua sesi pertunjukan. Meski begitu, penonton tidak mendapat kursi dan duduk lesehan. Hal tersebut tak menjadi masalah bagi pengunjung.

Kepala Satuan Teknik Pertunjukan Eko Wahyu Wibowo mengatakan, pihaknya berusaha mengakomodir pengujung yang ingin menyaksikan teater bintang. “Kami sediakan seratus tiket tambahan tapi nggak dapet tempat duduk," ujarnya.

Kebijakan itu pun dirasa cukup efektif meski masih tidak mampu menampung semua pengunjung.

Pipit (43) menjadi salah satu wisatawan yang merasa terbantu dari penambahan tiket tersebut. Ia datang dari Cinere bersama keempat anaknya. “Saya sudah mengantre dari dua jam lalu tapi masih kehabisan tiket juga. Saya udah dua kali ke sini enggak dapet tiket. Untung ada tiket tambahan jadi bisa masuk tapi duduknya lesehan,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Meski menjadi daya tarik utama, pertunjukan teater bintang bukan satu-satunya fasilitas yang disediakan. Pengunjung bisa mendatangi ruang pameran dan melakukan observasi benda-benda langit. Kegiatan meneropong matahari dilakukan setiap Senin mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Tak hanya matahari, masyarakat juga bisa meneropong benda langit lain, seperti bulan, jupiter dan saturnus. Planetarium buka setiap hari kecuali hari Senin. Biasanya pertunjukan teater bintang ditayangkan dua kalidalam sehari, yakni pukul 10.00 WIB dan pukul 14.00 WIB.

Melihat banyaknya pengunjung yang datang, pihak planetarium menambah jumlah penayangan menjadi tiga kali pada Sabtu dan Minggu. Kebijakan ini hanya berlaku selama liburan dan akan kembali normal pada pertengahan Januari.

Tiket masuk planetarium dibedakan menjadi dua jenis, anak-anak dan dewasa. Harganya cukup terjangkau, yakni Rp7.000 untuk anak-anak dan Rp12.000 untuk dewasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini