Share

5 Kampung Narkoba di Jakarta, Ada yang Jadi Langganan Razia Polisi

Odia Rogata, · Sabtu 30 Desember 2017 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 30 338 1837880 5-kampung-narkoba-di-jakarta-ada-yang-jadi-langganan-razia-polisi-DSpyl85txc.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Peredaran narkoba semakin marak di Jakarta. Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika, dan Obat Terlarang (Satresnarkoba) yang ada di Jakarta semakin gencar melakukan razia sebagai upaya pencegahan dan penindakan pengedar dan jaringan narkoba.

Petugas kepolisian sering kali melakukan razia barang haram tersebut ke beberapa kelurahan secara berulang-ulang. Bahkan ada daerah yang banyak warganya sering diamankan karena menyalahgunakan narkoba sehingga daerah itu disebut sebagai kampung narkoba.

Berikut beberapa daerah yang sering dijadikan targer operasi petugas sehingga disebut kampung narkoba.

1. Kampung Ambon

Pada Senin 2 Agustus 2017, Satresnarkoba Polres Jakarta Barat menemukan dua buah koper besar berisi 60 kilogram sabu di tangga darurat lantai sembilan di sebuah mal kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Terkait hal tersebut, petugas melakukan operasi cipta kondisi, Senin (7/8/2017) di Perumahan Permata atau dikenal sebagai Kampung Ambon yang berada di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi melakukannya karena mencurigai barang haram yang ditemukan itu diedarkan di wilayah tersebut.

Beraneka Warna, Barang Bukti Penyalahgunaan Narkoba yang Dimusnahkan BNN dan Mabes Polri

Dugaan semakin kuat dengan ditemukannya 22 paket sabu seberat 11,84 gram, uang tunai sebesar Rp6 juta, empat bilah senjata tajam, sebuah senapan angin laras panjang, alat isap bong, plastik kosong untuk paket sabu, dan timbangan.

Barang-barang tersebut disita polisi dari 29 orang yang terjaring dalam razia cipta kondisi di tiga lapak yang berbeda di Kampung Ambon. Setelah dilakukan cek urine, terdapat 25 orang diantaranya positif mengonsumsi nakoba terdiri dari 19 laki-laki dan enam perempuan.

Mendengar merebaknya bisnis narkoba di kawasan Kampung Ambon membuat geram Djarot Saiful Hidayat yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Karena itu, Djarot meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Kampung Ambon yang sebelumnya sudah bersih dari peredaran narkoba tersebut.

"Kampung Ambon sudah mulai baik, maka harus dijaga karena tetap jadi sasaran untuk distribusi narkoba. Makanya, kita enggak boleh lengah, kita sampaikan narkoba dari hulu sampai hilir harus dipersempit," tegas Djarot di Balai Kota Jakarta, Rabu 9 Agusntus 2017.

2. Kampung Boncos

Kampung Boncos berdiri pada pertengahan 1996, atau bertepatan dengan maraknya premanisme di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kala itu, beberapa preman hijrah ke Kampung Boncos dengan membawa narkoba jenis putau dan heroin. Bulan demi bulan, tahun demi tahun, pergerakan narkoba di kampung ini kian meluas dan membesar.

Sering kali Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat melakukan penggrebekan di Kampung Boncos, Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat.

Pada Jumat 21 November Operasi Nilai Jaya 2017 dilakukan dan sepuluh orang laki-laki diamankan ke Mapolres Metro Jakarta Barat karena diduga menyalahgunakan narkoba. Dari hasil operasi tersebut beberapa barang bukti yang berhasil didapatkan antara lain sembilan paket plastik sabu dengan berat bruto 43,75 gram, satu bendel plastik klip, sebuah alat isap bong, satu ponsel Samsung, satu bungkus sedotan, dua buah pisau, uang tunai Rp11 juta dan sebuah tas kulit.

Razia Narkoba di Kampung Peninggaran Tanah Kusir, 33 Orang Diamankan

Kemudian, Rabu 20 Desember sebanyak 19 orang diamankan, tiga diantaranya perempuan. Barang bukti yang berhasil didapatkan antara lain sabu seberat 37 gram, tiga unit senjata tajam, sebelas unit ponsel, tiga unit timbangan digital, dan satu alat isap bong.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Kampung Bahari

Selain Jakarta Barat, Satresnarkoba Polres Jakarta Utara juga kerap kali menggrebek sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Diantaranya, pada 30 Januari 2016 yang melibatkan ratusan aparat gabungan TNI, Polri, dan BNN.

Pada Agustus 2016, polisi berhasil mengamankan senjata tajam berbagai jenis, puluhan barang bukti narkoba jenis sabu dan ganja siap edar. Polisi juga mengamankan 27 tersangka diantaranya 22 laki-laki dan lima perempuan yang dibawa ke Polres Jakarta Utara.

Pada Sabtu 12 Januari, sebanyak 110 personel gabungan diantaranya Kepolisisan, TNI, dan BNN melakukan penggrebekan hingga menyisir dari rel kereta api sampai gubuk-gubuk liar. Dari penggrebekan tersebut diamankan 21 orang, diantaranya 17 pria, dua perempuan, dan dua aparatur negara yakni TNI AD.

Darurat Narkoba, Sejumlah Anggota DPR RI Jalani Tes Urin

Kemudian, Sabtu 15 April Satresnarkoba Polres Jakarta Utara menggelar operasi narkoba secara mendadak karena adanya laporan dari masyarakat bahwa di Kampung Bahari masih kerap adanya aktifitas transaksi narkoba. Petugas mengamankan 22 orang, 12 diantaranya positif menggunakan narkoba, sepuluh pria dan dua perempuan.

Petugas juga menyita 30 bungkus palastik klip sabu dengan berat bruto 16 gram, lima senjata tajam, dua ponsel, senjata api korek, timbangan narkoba, enam Bing, dua peluru senpi, powerbank, empat buah dompet dan uang Rp400 ribu.

4. Kampung Peninggaran

Kampung Peningaran, Tanah Kusir, Jakarta Selatan memang belum termasuk kampung narkoba. Namun Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan kerap kali melakukan razia narkoba di kampung ini.

Pemilihan Kampung Peninggaran karena informasi yang didapatkan kalau kampung tersebut sering dijadikan tempat untuk transaksi dan pemakaian narkoba. Bahkan ibu-ibu atau perempuan di kampung itu dicurigai juga terlibat dalam penjualan narkoba.

Pada Kamis 14 Desember personel gabungan dari Polres Jakarta Selatan melakukan razia. Petugas menyita sejumlah barang bukti di antaranya, narkoba jenis sabu, ganja, minuman keras, senjata tajam, bong, pistol, dan kartu remi. Sebanyak 33 orang diamankan terdiri dari 22 pria dan sebelas perempuan. Dua orang diantaranya positif menggunakan narkoba jenis methylenedioxymethamphetamine (MDMA).

Ini Puluhan Ribu Obat Keras dan Kedaluwarsa yang Disita Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

Untuk pencegahan meluasnya pengguna narkoba di kampung itu, pihak kepolisian dan pemerintahan kini berupaya menangkal peredaran narkoba dengan mendirikan posko antinarkoba. Posko didirikan demi mencegah kampung tersebut menjadi kampung narkoba.

Posko itu rencananya akan menjadi pusat penyuluhan tanggap narkoba. Warga akan diajari metode mendeteksi peredaran narkoba serta melapor ke pihak berwajib.

5. Kampung Berlan

Berdasarkan informasi dihimpun, Kampung Berlan dulunya terkenal sebagai kompleks TNI. Namun kini kompleks militer tersebut sudah banyak dihuni oleh warga sipil dan pensiunan TNI. Adapun, di daerah Berlan, Jalan Matraman, Jakarta Timur sendiri terkenal dengan kampung naroba karena adanya kasus penggrebekan yang berujung maut di Jalan Slamet Riyadi IV, Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur pada Kamis 21 Januari 2015. Satu anggota polisi tewas saat akan menangkap bandar narkoba di kampung itu.

1 Ton Narkoba Diperlihatkan saat Rilis di Polda Metro Jaya

Diduga kerap terjadi peredaran narkoba, polisi melakukan operasi seperti pada Sabtu 4 November. Polisi mengamankan 14 orang, empat orang diantaranya perempuan. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa paket sabu siap edar, senjata tajam, alat hisap sabu, puluhan klip plastik, beberapa unit ponsel, dan uang tunai Rp2,3 juta yang diduga sebagai hasil penjualan narkotika jenis sabu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini