nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Terpengaruh Isu Difteri, Penggunaan Terompet pada Malam Tahun Baru Menurun

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 01 Januari 2018 12:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 01 338 1838397 diduga-terpengaruh-isu-difteri-penggunaan-terompet-pada-malam-tahun-baru-menurun-drRkxzlZr0.jpg Ilustrasi (dok. Okezone)

JAKARTA – Wabah penyakit difteri sedang menghantui masyarakat Indonesia, termasuk Jakarta. Diduga karena masyarakat takut tertular penyakit yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan itu melalui trompet, penggunaan trompet saat perayaan Tahun Baru 2018 pun tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, jumlah sampah trompet yang terkumpul di tahun ini terlihat tidak terlalu banyak. Ia menduga karena warga takut tertular penyakit difteri sehingga mereka tak membeli trompet.

Ia menjelaskan, sampah yang berasal dari pesta tahun baru mayoritas adalah plastik. Kata dia, itu merupakan sisa-sisa dari makanan dan minuman pengunjung yang datang.

“Sampah plastik botol minuman, kemasan makanan. Kayaknya trompet enggak banyak ya. Isu difteri kayaknya mempengaruhi. Jadi sedikit ya (pengguna trompet),” kata Isnawa Adji ketika dihubungi wartawan, Senin (1/1/2018).

Ia menuturkan, untuk membersihkan sampah-sampah tersebut, pihaknya mengerahkan 5.000 petugas kebersihan yang disebar di beberapa titik.

Sebelumnya, tahun ini jumlah sampah setelah pesta tahun baru mencapai 780 ton. Kata dia, jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 700 ton sampah.

"Sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu karena Jalan Sudirman-Thamrin dibuka dan kawasan Ancol dibuka," kata Isnawa Adji, hari ini.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini