Beragam Komentar Warga soal Dicabutnya Larangan Motor Melintasi Jalan Thamrin

Silvia Rahmatina, · Selasa 09 Januari 2018 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 09 338 1842355 beragam-komentar-warga-soal-dicabutnya-larangan-motor-melintasi-jalan-thamrin-ZA8tymjBAR.jpg Pemotor (Foto: Silvia Rahmatina)

JAKARTA - Putusan Mahkamah Agung (MA) mengenai pembatalan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, menuai beragam reaksi dari masyarakat

Menurut salah satu pengemudi ojek online Hakim (41), adanya pembatalan pergub ini dianggap positif karena akan menguntungkan para pengemudi ojek online.

"Saya sih senang sebagai ojek online, soalnya bisa ngangkut penumpang dari HI atau pun Sarinah," terangnya kepada Okezone, Selasa (9/1/2018).

(Baca Juga: MA Cabut Larangan Motor di Thamrin, Polisi: Itu Tidak Efektif!)

Senada dengan Hakim, Lionnys (21) salah satu pengendara motor yang kerap melewati daerah Thamrin juga menyetujui pembatalan pergub ini. 

"Saya setuju dengan pembatalannya, karena Jalan Thamrin itu emang seharusnya bisa dilewati oleh mobil atau pun motor. Untuk mengurai kemacetan di jalan protokol bukan dengan pelarangan motor, jika motor enggak boleh lewat jalan protokol otomatis harus memutar jalan, dan malah bikin macet juga," ujar Lionnys.

Ada juga masyarakat yang menyetujui, namun harus dibuat peraturan lain agar bisa mengurangi kesemrawutan di jalan protokol tersebut.

"Menurut saya setuju adanya pembatalan, asal peraturannya dibatasi lagi, seperti contoh pembagian jalur motor mobil di Jalan Thamrin supaya tidak semrawut," ujar Novan (21).

(Baca Juga: MA Cabut Pergub Larangan Motor di Thamrin, Sandiaga: Kami Sudah Siapkan Revisinya)

Namun, ada juga masyarakat yang tidak setuju dengan pembatalan pergub ini karena pada awalnya masyarakat diajak untuk menggunakan fasilitas Transjakarta yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

"Saya sih kurang setuju soalnya lebih efektif tetap ada peraturannya, dan juga ada solusinya motor enggak boleh lewat jalan protokol tapi ada alternatif lain dengan naik Transjakarta," terang Risma (21), pengendara motor.

Senada dengan Risma, pengendara motor Dony (23) ikut menyatakan penolakannya soal dibatalkannya pergub tersebut.

"Kurang setuju, soalnya untuk menekan padatnya jalan protokol itu kendaraan harus dikurangi, dan masyarakat juga sudah sempat dididik untuk pakai kendaraan umum," kata Dony.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini