nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Akan Tes DNA Kasdi si Suami Penganiaya Istri yang Hamil Tua

Badriyanto, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 17:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 338 1843018 polisi-akan-tes-dna-kasdi-si-suami-penganiaya-istri-yang-hamil-tua-j5wjcLNQ5e.jpg Kasdi, tersangkan penganiaya istri (Badriyanto/Okezone)

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya akan menguji DNA Kasdi (21) dengan anak Lina Rahmawati yang meninggal beberapa saat setelah dilahirkan. Bayi bernama M Ridho itu meninggal karena ari-arinya putus saat masih dalam kandungan akibat diinjak-injak Kasdi.

Direktur Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan, tes DNA itu untuk memastikan ayah dari bayi tersebut, karena Kasdi selaku suami Lina tidak mengakui sebagai darah dagingnya.

Itu pula yang menjadi alasan Kasdi tega menginjak perut Lina yang lagi hamil tua hingga pendarahan dan terpaksu harus menjalani operasi sesar.

"Untuk mengecek kebenarannya apakah ini anak tersangka, kami lakukan tes DNA juga pada bayinya. Kami juga dalami sejak kapa korban hamil," kata Nico kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Diketahui pasangan suami istri (Pasutri) itu menikah pada pada 14 Juli 2017. Sementara saat kejadian usia kandungan Lina dipekirakan sudah berumur 8,5 bulan. Pelaku curiga bayi malang dalam kandungannya itu hasil hubungan gelap dengan mantan kekasih korban.

 

Kasdi saat di Mapolda Metro Jaya (foto Badriyanto/Okezone)

"Sebelum menikah, dia (Kasdi) tidak tahu itu (Lina) hamil, makanya dia tak mengakui itu anaknya dan melakukan penganiayaan pada korban selama berkali-kali hingga puncaknya kemarin itu," tuturnya.

Nico mengatakan, korban sudah sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari Kasdi dengan cara menendangi dan memukuli Lina. Bahkan tetangga korban juga kerap mendengar keributan diantara kedua Pasutri tersebut dengan masalah yang sama yaitu perdebatan tentang bapak dari anak yang sedang dalam kandungan.

Puncaknya, terjadi pada Kamis 4 Januari lalun saat mereka berada di kediamannya, Jalan Tanah Tinggi Gang XII, Tanah Tinggi, Johar Baru Jakarta Pusat. Perut korban diinjak-injak dipaksa mengakui kecurigaannya. Sambil teriak kesakitan sang istri menjawab dan meyakinkan Kasdi bahwa anak itu darah dagingnya.

Namun, Kasdi tetap tidak percaya, kemudian menginjak lagi pada bagian pinggang sebelah kiri korban hingga berkali-kali. Kemudian memukul bagian lengan sebelah kiri sebanyak 1 kali, Lina pun pasrah menerima pukulan dari suami, hingga pada akhirnya mengalami pendarahan dan terpaksa lahir sebelum waktunya atau sesar dan kemudian bayinya meninggal.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini