Setelah Klapa Village, Rumah DP Rp0 Bakal Dibangun di Rorotan

Bayu Septianto, Okezone · Minggu 21 Januari 2018 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 21 338 1848100 setelah-klapa-village-rumah-dp-rp0-bakal-dibangun-di-rorotan-lDvMgIOSlK.jpg Gubernur DKI Anies Baswedan resmikan pembangunan Klapa Village

JAKARTA - Pemerintah provinsi DKI Jakarta baru saja meresmikan pembangunan rumah vertikal dengan DP 0 rupiah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Selanjutnya, pemprov DKI Jakarta akan membangun rumah DP 0 rupiah di wilayah Rorotan, Jakarta Utara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah mendapatkan kabar bahwa sudah ada pengembang yang mau bekerja sama membangun rumah dengan DP 0 rupiah. Namun, berbeda dengan rumah di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur yang berbentuk apartemen, kata Sandi rumah di Rorotan nantinya akan berupa rumah tapak.

"Sekarang kami genjot lokasi dan pengembang mana saja yang mau bekerja sama dengan kami. Kemarin kami dapat kabar di Rorotan sudah ada pengembang yang mendorong DP 0 rupiah rumah tapak," ujar Sandiaga di Rumah Makan Pempek Pak Raden, Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (21/1/2018).

Meski bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyetujui untuk dibangun rumah tapak, namun pemprov DKI Jakarta tetap meminta agar rumah tersebut berlantai tiga hingga empat. Hal ini mengingat sulitnya mencari lahan di DKI Jakarta untuk pembangunan rumah non vertikal.

"Pak Anies bilang, dan saya setuju, dioptimalisasi saja. Karena lahan sulit di Jakarta. Kalau rumah tapak bisa 3-4 lantai, itu mungkin lebih bisa dinikmati warga Jakarta," kata Sandiaga.

Pemprov DKI, lanjut Sandiaga tak mau terburu-buru untuk meluncukan proyek ini pada Februari sebab masih menunggu hasil evaluasi diluncurkannya proyek rumah vertikal DP 0 rupiah di Klapa Village. "Usulannya Februari, tapi saya bilang jangan terburu-buru. Liat dulu yang di Pondok Kelapa. Dihitung betul-betul, nanti diajukan ke kami," kata Sandi.

Dirinya pun menyarankan agar teknik pemasaran bersifat evidence-base marketing. Artinya, harus ada bukti produk tersebut benar-benar ada, seperti rumah contoh. Ia imgin masyarakat DKI Jakarta yang mau beli tahu betul bentuk dan kondisi rumahnya.

"Harus ada show unit, mereka bawa calon pembeli datang melihat fisiknya seperti apa. Dari situ kami harapkan BLUD selesai dengan kajian dan persetujuan pemangku kepentingan lain, April kita launching," pungkas Sandiaga.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini