nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sandiaga: 20 Persen Warga Jakarta Alami Gangguan Jiwa

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 18:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 23 338 1849189 sandiaga-20-persen-warga-jakarta-alami-gangguan-jiwa-pzfqwRBLw7.jpg dr Nova Riyanti Yusuf didampingi Sandiaga Uno memberikan keterangan pers (Fadel/Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno menyatakan 20 persen warga Ibu Kota mengalami gangguan jiwa akibat faktor tekanan ekonomi, sosial dan pendidikan. Gangguan jiwa ditenggarai bisa memicu bunuh diri.

“Ada 20 persen warga Jakarta yang mengalami gangguan kejiwaan,” kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018).

Hal itu dikatakan Sandiaga usai bertemu Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Jiwa DKI Jakarta, Nova Riyanti Yusuf.

Menurutnya maraknya aksi bunuh diri, persekusi, kekerasan terhadap anak dan perempuan merupakan bagian dari masalah kejiwaan yang dialami masyarakat.

Baru-baru ini, seorang warga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari jembatan laying (flyover) Asemka, Jembatan Lima, Jakarta Barat. Aksinya sempat diabadikan warga dan videonya viral di media sosial.

(Baca juga: Lompat dari Lantai 10 Apartemen, Perempuan Ini Tewas Mengenaskan di Depan Thamrin City)

Sebelumnya seorang perempuan juga tewas usai melompat dari lantai 10 Apartemen Cosmo Park, Jakarta Pusat, diduga karena depresi.

Untuk mengatasi permasalahan kejiwaan masyarakat, Pemprov DKI akan membentuk Jakarta Institute for Mental Health. Program itu nantinya akan ditempatkan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Akan ada inisiasi (membentuk) Jakarta Institute for Mental Health," kata dia.

Sandiaga meminta Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto dan Nova Riyanti Yusuf agar segera merealisasikan program itu pada Februari 2018.

(Baca juga: Viral Video Pria Loncat dari Flyover Asemka, Ini Kata Polisi)

"Dokter Noriyu bersama Pak Kadis dalam satu bulan ini intens untuk mengulurkan programnya yang mudah-mudahan bisa launching akhir Februari," jelasnya.

Sementara Nova Riyanti Yusuf berharap program Jakarta Institute for Mental Health bisa menekan angka masyarakat gangguan jiwa di Jakarta, sekaligus memperkecil potensi warga bunuh diri.

"Kalau sudah bunuh diri artinya kan biasanya 90 persen berangkat dari depresi, begitu. Tapi artinya kan depresinya tidak tertangani begitu," tukasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini