nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengadaan Lift di Rumah Dinas Anies, Ini Penjelasan Sekda Pemprov DKI

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 24 Januari 2018 21:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 24 338 1849830 pengadaan-lift-di-rumah-dinas-anies-ini-penjelasan-sekda-pemprov-dki-92k9EUiKMa.jpg Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta. Foto Okezone/Fadel Prayoga

JAKARTA - Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah menjelaskan awal mula anggaran renovasi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan senilai Rp2,3 miliar yang berada di dalam APBD DKI 2018.

"Tahun 2017 rencana rehab rumah dimas gubernur itu ada, angkanya Rp2,8 miliar, itu tahun 2017. Tapi waktu itu ada fungsi tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dari dinas yang masih tarik-tarikan sehingga tidak dilaksanakan," kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).

Ia menambahkan, saat itu rencana renovasi hanya melakukan penggantian lantai marmer. Di mana lantai di sana yang berukuran 60x60 cm akan diganti menjadi 40x40 cm.

"Terus saya tanya mau diganti ukuran berapa, katanya 40x40 cm, itu berarti perencanaannya tidak mempertimbangkan estetika dan waktu itu memang tidak lapor ke Pak Gubernur," paparnya.

Kenakan Topi Caping dan Sepatu Boots, Anies Baswedan Ikut Panen Padi di Cakung

BACA: Anies: Di Jakarta Masih Ada 300 Hektare Sawah

BACA: Pemprov DKI Benahi Aset Sekolah untuk Kejar Target WTP

Ia mengaku tak mengetahui bila ada rencana pengadaan anggaran renovasi itu, sehingga dirinya meminta untuk dihentikan dahulu sebelum dilakukan proses lelang.

"Saya bilang stop dulu karena waktu itu kita tidak tahu perencanaannya, tahunya ketika mau dilelang ada item seperti itu," terangnya.

Resmikan Pasar Senen Blok III, Anies Meminta kepada Para pedagang untuk Menjaga Kebersihan

Lebih lanjut, Saefullah berkata kalau anggaran pengadaan lift rumah dinas gubernur berada di bawah Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan. Kata dia, hal itu bisa terjadi karena ada kesalahan dalam memasukkan anggaran dari dinas terkait.

"Jadi ini hanya kesalahan input perencanaan dari Dinas Cipta karya," bebernya.

Sebelumnya, Kepala DCKTR DKI Jakarta, Benny Agus Chandra mengakui bila ada anggaran untuk pengadaan lift tersebut, tetapi pihaknya akan mengecek kembali.

"Saya akan cek ulang dan bila tidak perlu ya kita batalkan," ujar Benny saat dikonfirmasi, hari ini.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini