Polwan Dipukul Sopir Truk di Tangerang hingga Luka Robek di Kepala

Chyntia Sami B, Okezone · Kamis 25 Januari 2018 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 25 338 1850153 polwan-dipukul-sopir-truk-di-tangerang-hingga-luka-robek-di-kepala-8MQQDfZeI9.jpg Polwan yang dianiaya sopir truk di Tangerang. (Foto: Chyntia/Okezone)

TANGERANG - Kompol Yohana Latuharhary, seorang anggota Polwan Polres Metro Tangerang mengalami sejumlah luka di wajah dan kepalanya akibat penganiayaan yang dilakukan oleh sopir truk di Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan mengatakan, kejadian berawal dari senggolan kendaraan pada Rabu, 24 Januari sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu, truk fuso bermuatan sembako dengan nomor polisi BE 9616 CK yang dikendarai oleh Faturrahman menyerempet mobil polisi wanita yang kerap disapa Yoke di Tol Kebon Nanas, Tangerang

"Pada saat itu korban dari kantor hendak kembali ke rumah, di jalan diserempet oleh truk. Korban sempat menghentikan truk pelaku dan menggedor truk hingga terlibat cekcok mulut antara pelaku dan korban," ujar Harry di RSUD Kabupaten Tangerang, Kamis (25/1/2018).

Usai cekcok, keduanya pun memutuskan untuk berdamai dan menganggap permasalahan selesai. Namun, saat Yoke hendak melanjutkan perjalanan menggunakan mobilnya dengan nomor polisi B 1777 CKE, pelaku membunyikan klakson berkali-kali hingga akhirnya Yoke kembali turun dari mobilnya.

(Pelaku penganiayaan. Foto: Chyntia/Okezone)

"Pelaku langsung menghampiri korban dan memukul korban lebih dari tiga kali hingga mengakibatkan luka robek di kepala dan memar di mata dan hidung. Setelah itu, pelaku melarikan diri," tuturnya.

(Baca juga: Gara-Gara Senggolan Mobil, Polwan Cantik Dianiaya di Parkiran)

Mendapat perlakuan seperti itu, Yoke yang bertugas di Bagian Operasional Polres Metro Tangerang pun meminta pertolongan petugas Polres Metro Tangerang. Pihak kepolisian bekerja sama dengan Dir Lantas akhirnya dapat menangkap pelaku di sekitar Fatmawati, Jakarta Selatan sekira pukul 21.45 WIB.

"Saat ini korban sedang menjalani pengobatan di RSUD Tangerang, sementara pelaku sedang dilakukan pemeriksaan apakah dia mengonsumsi narkoba atau minuman keras," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP juncto UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini