nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bocah di Bawah Umur Dijual untuk Jadi PSK

Badriyanto, Jurnalis · Kamis 25 Januari 2018 20:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 25 338 1850337 bocah-di-bawah-umur-dijual-untuk-jadi-psk-nlsCvUzqAA.jpg ilustrasi

JAKARTA - Aparat Polres Metro Jakarta Selatan berhasil menangkap seorang perempuan Nurhayati (45), karena diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan anak dibawah umur untuk menjadi pekerja seks komersial (PSK). Sebanyak empat bocah dan dua perempuan dewasa dijual oleh pelaku melalui media sosial.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, aksi pelaku tercium polisi setelah ada laporan masyarakat. Nurhayati diringkus di tempat persembunyiannya di kawasan Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan belum lama ini.

"Korban ada 6 orang, empat orang dibawah umur, sedangkan dua orang lagi ada yang 17 dan 18 tahun. Ini dijual oleh pelaku," kata Mardiaz dikantornya, Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2018).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, untuk menjalani bisnis haram tersebut, pelaku menggunakan aplikasi Wechat dengan cara mengunggah foto-foto korban untuk memikat pria hidung belang. Untuk melancarkan aksi, pelaku juga menyewa apartemen untuk menampung para korban.

Kemudian, setelah mencapai kesepakatan harga, para korban dipertemukan dengan pembeli di sebuah tempat pijat atau prostitusi sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak.

"Jadi para korban ini tinggal satu ruangan di apartemen, mereka memang kenal satu sama lain dari aplikasi chat. Nanti untuk mainnya itu bisa di tempat bisa dibawa keluar atau cabutan," imbuhnya.

Pasalnya, para korban itu dipatok hingga Rp250 ribu, dan hasilnya dibagi dua Rp50 pelaku sementara Rp200 untuk korban baik yang masih dibawah umur maupun yang sudah dewasa. Bisnis terselubung itu dilakukan Nurhayati selama tiga bulan.

"Sekali kencan itu Rp250 ribu. Nanti bagi hasil untuk korbannya Rp50 ribu sementara untuk pelaku sebagai mucikari itu Rp 50 ribu rupiah.biasanya korbannya tidak sekolah," ungkapnya.

Akibat perbuatannya itu pelaku harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Jakarta Selatan. Pelaku dikenakan Pasal 2 dan Pasal 6 undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang tindakan Pidana Perdagangan Orang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini