Share

Ini 4 Poin Permenhub 108 yang Dikritisi Peserta Demo Sopir Taksi Online

Mufrod, Okezone · Sabtu 27 Januari 2018 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 27 338 1851074 ini-4-poin-permenhub-108-yang-dikritisi-peserta-demo-sopir-taksi-online-r70fcwVFad.jpg Ilustrasi Driver Online (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rencana aksi demo sopir taksi online yang akan dilaksanakan pada Senin 29 Januari 2018. merupakan bagian dari bentuk protes terhadap Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 108 Tahun 2017 yang mengatur tentang taksi online yang akan mulai diberlakukan pada 1 Februari 2018.

Para sopir online ini akan menyuarakan penolakan terhadap beberapa isi butir yang tertuang pada Permenhub 108 yakni masalah kuota, penggunaan stiker, pemberlakuan sim khusus dan uji KIR. Keempat point tersebut yang akan menjadi tuntutan utama para sopir online kepada Pemerintah.

Sebelumnya Menteri Budi Karya Sumadhi sendiri telah mengetahui adanya keberatan dari para sopir online dari kebijakan Permenhub 108 yang baru. Sedangkan peraturan itu sendiri menurut Budi bertujuan untuk melindungi pelanggan.

 (Baca: Polisi Siap Amankan Demo Sopir Taksi Online soal Permenhub 108)

Namun rencana mengimplementasikan aturan tersebut masih mendapatkan banyak penolakan dari masyarakat terutama pengemudi angkutan online. Penolakan tersebut ditujukan kepada poin-poin yang diatur dalam PM Menteri. Padahal dia menyatakan poin yang diatur untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan.

"Saya ingin jelaskan begini. sekarang kan ada penolakan dan butir-butir penolakan itu soal kuota, stiker, SIM dan KIR," ungkapnya di Jakarta.

Para sopir online sendiri merasa keberatan terhadap pembatasan kuota disetiap wilayah, sedangkan melalui peraturan tersebut pemerintah berharap kendaraan online tidak memonopoli yang berdampak mematikan angkutan konvensional.

Poin lain yakni pengguna stiker yang bertujuan memberikan kenyamanan bagi penumpang terhadap identitas sopir. Sedangkan SIM khusus sendiri juga akan menjadi salah satu tuntutan bagi sopir online yang ingin tetap menggunakan SIM umum.

Keberatan lain yakni penetapan uji KIR layaknya kendaraan angkutan yang beroperasi di Indonesia juga akan menjadi perhatian dari tuntutan yang akan disuarakan sebanyak 500 sopir online yang akan berunjuk rasa senin esok.

Meski demikian, Permenhub 108 sendiri tengah menjadi pro kontra, dimana sebagian sopir online sendiri ada yang mendukung peraturan ini. seperti Perkumpulan Armada Sewa (PAS) yang menginginkan legalisasi dan pengakuan dari Pemerintah.

"Agar tercipta rasa aman dan nyaman pengemudi dalam bekerja dan lakukan aktivitasnya," ungkap Kepala Divisi IT dan Media PAS Indonesia, Aditya Saputra di depan Kemenhub, Jumat (26/1/2018).

Dia menekankan bahwa yang mendukung tersebut benar adalah driver online sehingga para driver tersebut mengeluarkan telepon genggam miliknya dan menunjukkan aplikasi yang ada.

"Kita driver online mendukung PM 108 untuk tercipta legalitas angkutan khusus kami dukung pak Menter terapkan 1 Februari. Yang tidak dukung harus ditindak tak ada lagi kasian-kasian," imbuh dia.

Dukungan ini ditunjukkan dengan mengikuti poin-poin yang ada di Permenhub 108 tersebut. Di mana semua driver setuju untuk membatasi taksi online, uji KIR, Stiker dan juga SIM.

Follow Berita Okezone di Google News

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini