Share

Mengenal Regulasi Taksi Online di Berbagai Negara

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 29 Januari 2018 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 29 338 1851607 mengenal-regulasi-taksi-online-di-berbagai-negara-aQN3lt5STW.jpg Foto: Reuters

DIKELUARKANNYA Peraturan Menteri Perhubungan No.108 Tahun 2017 (Permenhub 108) mengenai moda transportasi taksi online mengundang reaksi dari berbagai pihak. Pro-kontra mengenai Permenhub 108 menjadi perdebatan di masyarakat, sebagian pihak menolak, sementara sebagian lainnya mendukung.

Mereka yang menolak menilai Permenhub 108 yang akan berlaku mulai 1 Februari 2018 memberatkan sopir dan pengusaha taksi online karena mewajibkan pemasangan stiker khusus pada mobil yang digunakan dan mengharuskan sopir memiliki surat izin mengemudi (SIM) A Umum. Selain itu mobil-mobil taksi online pun diharuskan lulus uji kendaraan bermotor berkala atau uji KIR. Permenhub 108 juga mengatur pembatasan kuota penumpang yang boleh diangkut oleh taksi online di satu wilayah.

Pemerintah menegaskan bahwa aturan ini adalah sebuah bentuk perlindungan, tidak hanya bagi sopir dan pengusaha taksi konvensional, tetapi juga untuk penumpang. Dukungan juga datang dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menilai Permenhub 108 sebagai sebuah penguatan standar layanan taksi online yang selama ini beroperasi di Indonesia.

Sebenarnya polemik mengenai layanan taksi online tidak hanya terjadi di Indonesia, beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, India bahkan Amerika Serikat dan Kanada pun harus menghadapi permasalahan serupa. Negara-negara tersebut juga memberlakukan aturan ketat yang harus ditaati para sopir angkutan online yang ingin beroperasi.

Berikut beberapa aturan yang diperlaku yang dikutip Okezone dari berbagai sumber.

Malaysia

Para pengemudi taksi online di Negeri Jiran harus menjalani proses ketat sebelum mendapatkan kartu khusus untuk dapat mengoperasikan mobil mereka sebagai taksi online. Aturan ini diterapkan guna melindungi penumpang dari risiko keamanan yang muncul karena taksi tak berizin.

Jika seorang pengemudi taksi online nekat untuk beroperasi tanpa memiliki izin atau tak memiliki kartu khusus tersebut, mereka terancam hukuman denda dengan nilai yang besar.

Singapura

Foto: AFP

Seperti juga di Malaysia, pengemudi taksi online di Singapura diharuskan memiliki izin khusus yang disebut dengan Private Hire Car Driver’s Vocational Licence (PDVL). Untuk mendapatkan izin ini, seorang pengemudi harus melalui proses pemeriksaan dan pelatihan yang ketat.

Selain itu, mereka juga diharuskan memasang stiker khusus di bagian atas kaca depan dan kaca belakang mobil yang digunakan.

Follow Berita Okezone di Google News

Filipina

 

Foto: Reuters

Di Manila, pemerintah kota mengharuskan para pengemudi taksi online terdaftar dalam salah satu perusahaan transportasi online yang beroperasi di sana, Grab atau Uber. Para pengemudi juga wajib memiliki izin yang diterbitkan pihak berwenang Filipina.

Mobil yang digunakan untuk mengangkut penumpang tidak boleh berusia lebih dari 7 tahun dan harus dilengkapi dengan sistem global positioning system (GPS).

Spanyol

Izin yang diberikan pemerintah Spanyol untuk pengemudi taksi online dibatasi untuk 10 ribu orang sopir saja.

Australia

Pemerintah Australia mewajibkan mobil-mobil yang digunakan sebagai taksi online dipasangi stiker khusus saat beroperasi. Stiker-stiker yang dipasang di kaca depan mobil itu dapat dilepaskan oleh pengemudi saat dia sedang tidak beroperasi sebagai sopir taksi online.

Amerika Serikat

 

Foto: Reuters

Beberapa negara bagian di Amerika Serikat memiliki aturan yang berbeda-beda, namun pada umumnya aturan di Negeri Paman Sam mewajibkan pengemudi taksi online untuk memiliki izin khusus operasi.

Seperti juga di Singapura dan Australia, mobil-mobil yang digunakan sebagai angkutan online di AS juga harus dipasangi stiker khusus di kaca depan saat beroperasi. Jika pengemudi tidak memasang stiker saat mengangkut penumpang, mereka dapat dikenai denda dengan nilai yang cukup besar.

Jepang

Foto: Reuters

Meski pada dasarnya taksi online diizinkan beroperasi di Jepang, Negeri Sakura menerapkan peraturan yang ketat untuk pada pengemudi dan pengusaha transportasi online. Mobil yang digunakan sebagai angkutan online juga biasanya merupakan mobil mewah.

Penyedia layanan taksi online, Uber misalnya, hanya diperbolehkan beroperasi di daerah-daerah yang minim sarana transportasi. Tarif yang boleh diberlakukan pun diatur dengan batas bawah yang cukup tinggi sehingga sama sekali tidak memiliki keuntungan dibandingkan taksi konvensional.

Kanada

Pengemudi taksi online di Kanada harus memiliki izin Private Transportation Company (PTC) dan mendapatkan nomor lisensi PTC untuk beroperasi sebagai taksi online. Saat beroperasi, mobil-mobil yang digunakan harus dipasangi stiker tanda taksi online yang dipasang di kaca depan bagian penumpang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini