Diduga Ancam Watimpres, Sekjen Bang Japar Diperiksa Polisi

Badriyanto, Okezone · Selasa 30 Januari 2018 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 30 338 1852105 diduga-ancam-watimpres-sekjen-bang-japar-diperiksa-polisi-4gZcypenq3.jpg Sekjen Bang Japar, Eka Jaya di Polda Metro (foto: Badri/Okezone)

JAKARTA - Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memeriksa Sekjen Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Ustadz Eka Jaya, terkait kasus dugaan tindak pidana ancaman melalui media elektronik terhadap salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Joko Widodo, Sidarto Danusubroto.

Ustadz Eka tiba ke Polda Metro Jaya bersama pasukan, diantaranya Komandan Wilayah Bang Japar Jakarta Timur, Musa Marasabessy. Menurutnya, dugaan ancaman yang dimaksud penyidik sebagaimana laporan Sidarto yakni pada 30 Oktober 2017 silam.

Eka mengirim pesan kepada Sidarto terkait acara bertajuk 'Festival Pantun Betawi' yang rencananya digelar Kampung Pela Mampang, Jakarta Selatan, Oktober lalu, namun dibatalkan oleh Polisi.

"Itu karena tidak diizinkan (acara Festival oleh polisi) orang-orang pada SMS. Eka Jaya Sekjen Bang Japar yang juga putra Kemang juga SMS ke Pak Sidarto," ujar Musa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Selanjutnya, Musa membacakan ulang SMS yang dikirim Eka kepada Sidarto pada 28 Oktober lalu.

"Assalamualaikum Pak Sidarto, yang terhormat dan di muliakan. Kenapa Bapak tega membunuh kreasi anak-anak muda yang akan melestarikan budaya lokalnya yang hampir punah? Dimana rasa nasionalisme bapak sebagai seorang yang di hormati dan terpandang? Eka Jaya warga Bangka," demikian Musa mengutip pesan tersebut.

Sementara itu, Direktur LBH Bang Japar Djudju Purwantoro yang turut mendampingi rekannya menegaskan, pemeriksaan dilakukan karena adanya laporan pengacara Sidarto atas nama Aulia terkait dugaan adanya pengancaman melalui media elektronik.

"Dimohon klarifikasi atas laporan, bukan Wantimpresnya, tapi pengacara Aulia yang mewakili Pak Sidarto, berdasarkan Pasal 27 Ayat (4) UU ITE terkait pemerasan dan pengancaman. Pak Eka Jaya ini saksi yang ketiga," imbuh Djudju.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini