nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekjen Bang Japar Tolak Beri Penjelasan Terkait Dugaan Ancaman ke Wantimpres

Badriyanto, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 17:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 30 338 1852268 sekjen-bang-japar-tolak-beri-penjelasan-terkait-dugaan-ancaman-ke-wantimpres-zIKxx7VOW4.jpg Sekjen Bang Japar Eka Jaya tiba di Polda Metro Jaya. Foto Okezone/Badriyanto

JAKARTA – Sekjen Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Eka Jaya menolak memberi penjelasan terkait kasus dugaan ancaman terhadap salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Joko Widodo, Sidarto Danusubroto.

Eka dilaporkan oleh tim kuasa hukum, Sidarto atas kasus dugaan ancaman ke Polda Metro Jaya pada 7 November 2017 lalu.

"Tadi kami klarifikasi, tapi yang bersangkutan menyampaikan penolakan. Menolak untuk diklarifikasi," ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Argo enggan menjelaskan alasan Eka menolak untuk diklarifikasi. Argo hanya memastikan bahwa pihaknya akan menjadwal ulang pemeriksaan Eka.

"Nanti kami (panggil ulang) untuk klarifikasi," ujar Argo.

Dugaan pengancaman bermula saat Eka mengirim pesan kepada Sidarto terkait acara bertajuk 'Festival Pantun Betawi' yang rencananya digelar Kampung Pela Mampang, Jakarta Selatan, Oktober 2017. Namun, acara itu dibatalkan polisi.

Komandan Wilayah Bang Japar Jakarta Timur, Musa Marasabessy, yang datang bersama Eka ke Polda Metro Jaya, membacakan isi pesan tersebut.

"Assalamualaikum Pak Sidarto, yang terhormat dan di muliakan. Kenapa Bapak tega membunuh kreasi anak-anak muda yang akan melestarikan budaya lokalnya yang hampir punah? Di mana rasa nasionalisme bapak sebagai seorang yang dihormati dan terpandang? Eka Jaya warga Bangka."

Sementara pesan Eka yang dikutip Argo berbeda. “Jangan gunakan jabatan Anda untuk melawan rakyat Jakarta,” tutur Argo membacakan isi pesan Eka. “Kami bukan patung yang hanya bisa diam.”

Argo menjelaskan, pihaknya tidak bisa memutuskan apakah isi pesan tersebut mengandung ancaman atau tindak pidana. Ia hanya menekankan, penyidik akan menghadirkan saksi ahli guna menentukan apakah isi pesan tersebut ada unsur pengancaman.

"Nanti saksi ahli yang menentukan. Ada ahli bahasa, ahli pidana," kata dia.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini