Share

Nekat Langgar Lalu Lintas di MH Thamrin, Pemotor Siap-Siap Dihadang Polwan Cantik

Badriyanto, Okezone · Kamis 01 Februari 2018 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 01 338 1853305 nekat-langgar-lalu-lintas-di-mh-thamrin-pemotor-siap-siap-dihadang-polwan-cantik-A7wCTMB1VT.jpg Ilustrasi Polisi Wanita (foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengatakan, bakal mengerahkan pasukan polisi wanita (Polwan) cantik untuk mengatur lalu lintas sepanjang MH Thamrin hingga Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat setelah kembali dibuka untuk kendaraan sepeda motor.

Pasukan Polwan cantik yang disebut Tim Cakra Woman Respons itu bertujuan untuk menindak pemotor yang nekat menerobos jalur cepat di Jalan Protokol Ibu Kota itu. Mereka resmi akan menindak usai melakukan sosialisasi jalur khusus sepeda motor yang berakhir pada Minggu, 4 Februari mendatang.

Dishub DKI Copot Rambu Larangan Motor Melintas Jalan MH Thamrin (foto: Antara)

(Baca Juga: Dishub DKI Sediakan Jalur Khusus Pemotor di Thamrin)

"Tanggal 5 Februari dilakukan penindakan tilang, yang tidak melalui lajur sepeda motor dan tidak ambil lajur motor di tilang, polwan-polwan siaga yang kita bentuk, Cakra Woman Respons," kata Halim saat dikonfirmasi, Kamis (1/2/2018).

Kendati demikian, Halim tidak memastikan jumlah tim Cakra Woman Respons yang akan berjaga setiap harinya mengawasi pemotor. Dia hanya menyampaikan, Polwan cantik itu akan berjaga di beberapa titik jalan MH Thamrin hingga Jalan Medam Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Halim kembali mengingatkan, terhitung sejak Senin 5 Februari mendatang kendaraan roda dua termasuk ojek online wajib mengambil lajur lambat yang berwarna kuning, untuk membedakan dengan lajur biasa.

(Baca Juga: Selama 1 Bulan Polisi Bakal Evaluasi Dampak Pencabutan Larangan Motor Melintasi Thamrin)

Menurut Halim, lajur kuning itu khusus sepeda motor dan kendaraan lainnya yang ingin melaju lambat. Pemberlakuan lajur khusus itu untuk mengatasi kemacetan, pelanggaran yang akhirnya berujung kecelakaan di jalan protokol tersebut.

"Tanggal 5 mulai kami tilang, tapi kami masih sosialisasikan lagi seminggu ini. Mudah-mudahan efektif, jadi tanggal 5 Februari kami akan lakukan penindakan hukum," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini