Share

Mukhmainah Belum Tau Jika Putri Meninggal Pasca-Longsor Underpass Bandara

Chyntia Sami B, Okezone · Rabu 07 Februari 2018 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 07 338 1856058 mukhmainah-belum-tau-jika-putri-meninggal-pasca-longsor-underpass-bandara-h41DxnZUDR.jpg Ayahanda Ina, Syamsuddin di RS Siloam (foto: Chnyta/Okezone)

TANGERANG - Memasuki dua hari pasca-longsor Underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Mukhmainah (24) alias Ina salah satu korban yang tertimbun longsoran belum mengetahui nasib rekannya, Dianti Putri (24).

Ayah Mukhmainah, Syamsuddin Ismail mengatakan, putri sulungnya tersebut memang seringkali menanyakan kondisi sahabatnya, Putri. Namun, hingga kini ia tidak memberi tau bahwa Putri telah meninggal dunia.

"Ya paling di tanya, Putri bagaimana? Kami cuma jawab, Putri di rawat di RS A, kamu di RS B. Untuk menjaga psikisnya saya tidak memberitahu kondisinya. Mungkin lambat laun nanti akan saya beritahukan," ujar Syamsuddin, Rabu (7/2/2018).

 (Baca juga: Polisi Periksa Dua Saksi Tambahan Terkait Longsornya Tembok Underpass Soetta)

Syamsuddin menjelaskan, anaknya yang kerap disapa Ina tersebut, memang terbiasa pulang kerja bersama Putri setiap harinya. Namun nahas, pada Senin, 5 Februari 2018 sekira pukul 17.45 WIB keduanya tertimpa longsoran beton dan material longsor.

"Dia memang dekat dengan Putri. Sudah bersahabat 1 tahun belakangan, kalau pulang kerja bareng naik mobil Putri," ungkapnya.

 (Baca juga: Ini Cerita Mukhmainah Korban Selamat Tertimbun Longsor Underpass Bandara Soetta)

Syamsuddin pun mengaku sangat bersyukur. Pasalnya, kini kondisi sang buah hati mulai membaik. "Saya bersyukur, semua hasilnya bagus tinggal pemulihan saja," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, konstruksi dinding underpass tampak longsor menutupi hampir seluruh bagian jalan sekira pukul 17.45 WIB. Akibat dari longsoran tersebut, sebuah mobil dengan nomor polisi A 1567 AS tertimpa reruntuhan longsor.

Dua korban yang terjebak dalam mobil, yakni Dianti Putri (24) baru bisa dievakuasi setelah terjebak direruntuhan longsor selama 9 jam. Sementara rekannya, Mukhmainah baru dapat dikeluarkan dari dalam reruntuhan selama 12 jam pasca longsor.

Dianti yang sempat menjalani perawatan pun dinyatakan meninggal dunia di RS Mayapada pukul 06.45 WIB akibat patah leher, patah pangkal paha dan gagal jantung yang dialaminya. Sementara, hingga kini Ina, panggilan akrab Mukhmainah, masih menjalani perawatan intensif di RS Siloam, Kabupaten Tangerang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini