Share

Underpass Bandara Longsor, Ayah Mukhmainah: Bukan karena Alam Saja!

Chyntia Sami B, Okezone · Rabu 07 Februari 2018 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 07 338 1856071 underpass-bandara-longsor-ayah-mukhmainah-bukan-karena-alam-saja-h7iG5Ok1SL.jpg foto: Okezone

TANGERANG - Syamsuddin Ismail, ayah Mukhmainnah (24) korban selamat dalam insiden longsornya Underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang meyakini penyebab longsor bukan karena faktor alam semata.

Syamsuddin mengatakan, penyebab longsornya underpass hingga menimbun anak sulungnya selama 12 jam tersebut juga disebabkan faktor kekuatan tembok underpass.

"Kalau menurut saya, kalau masalah ini kan bukan alam aja ya sebenernya. Ada faktor kekuatan tembok," ujar Syamsuddin kepada wartawan di RS Siloam, Rabu (7/2/2018).

 Dianti Korban Longsor Underpass Perimeter Bandara Soetta Meninggal

Syamsuddin pun meminta agar pemerintah tidak saling melempar tanggung jawab dan melihat permasalahan dari berbagai sisi.

"Setiap ada permasalahan baru pemerintah saling lempar. Bahwasanya mari lah kita perhitungkan. Jangan cuma satu sisi saja yang mungkin berdampak negatif. Saya tidak menyelahkan A atau B mungkin ada musibah, kan ada sebabnya," ungkapnya.

 (Baca juga: Ini Cerita Mukhmainah Korban Selamat Tertimbun Longsor Underpass Bandara Soetta)

Sebagaimana diketahui, konstruksi dinding underpass tampak longsor menutupi hampir seluruh bagian jalan sekira pukul 17.45 WIB. Akibat dari longsoran tersebut, sebuah mobil dengan nomor polisi A 1567 AS tertimpa reruntuhan longsor.

 Dianti Korban Longsor Underpass Perimeter Bandara Soetta Meninggal

Dua korban yang terjebak dalam mobil, yakni Dianti Putri (24) baru bisa dievakuasi setelah terjebak direruntuhan longsor selama 9 jam. Sementara rekannya, Mukhmainah baru dapat dikeluarkan dari dalam reruntuhan selama 12 jam pasca longsor.

 (Baca juga: Mukhmainah Belum Tau Jika Putri Meninggal Pasca-Longsor Underpass Bandara)

Dianti yang sempat menjalani perawatan pun dinyatakan meninggal dunia di RS Mayapada pukul 6.45 WIB akibat patah leher, patah pangkal paha dan gagal jantung yang dialaminya. Sementara, hingga kini Ina, panggilan akrab Mukhmainah, masih menjalani perawatan intensif di RS Siloam, Kabupaten Tangerang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini