nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ambil Penumpang di Mal, Sopir Taksi Daring Bentrok dengan Warga di Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 05:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 11 338 1857822 ambil-penumpang-di-mal-sopir-taksi-daring-bentrok-dengan-warga-di-bogor-0e2HPt1evm.jpg Taksi online bentrok di Bogor (Foto: Putra R)

BOGOR - Ratusan pengemudi taksi daring atau online terlibat bentrok dengan sekelompok warga di seputaran Terminal Bus Damri, Jalan Cidangiang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Bentrokan tersebut dipicu saat pengemudi taksi online bernama Cahyo Laksono (51) mendapat penganiayaan oleh sekelompok warga ketika menjemput penumpang di Botani Square, Kota Bogor.

"Saya ambil order, saya tanya di dalam atau di luar Botani, saya bilang di luar aja, tapi penumpangnya bawa barang banyak jadi saya samperin di parkiran Damri," kata Cahyo, Sabtu 10 Februari 2018.

Namun, saat menaikan barang-barang datang sekelompok warga yang langsung menghampirinya. Tidak banyak bertanya, kelompok itu langsung menarik baju memukul bagian perut Cahyo.

"Tiba-tiba dari belakang, tiga atau empat orang datang, sambil bilang ini taksi online ya? Terus saya langsung dipukul perutnya. Saya juga sempat disuruh push up sama mereka," ungkap Cahyo.

(Baca Juga: Ribut soal Medali, Lombok Marathon Diwarnai Kericuhan)

Tidak terima dengan kejadian tersebut, Cahyo pun menghubungi rekan-rekannya sesama taksi online. Puluhan pengemudi online pun berdatangan dan terlibat bentrok dengan kelompok orang tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaifudin Gayo mengatakan pihaknya telah melakukan pengamanan untuk mencegah keributan yang lebih meluas. Kedua belah pihak yang bertikai pun sepakat akan melakukan mediasi.

"Setelah melakukan koordinasi dengan kedua belah pihak mereka sepakat akan melakukan pertemuan untuk membuat kesepakatan. Rencananya akan bertemu pada Senin 12 Februari 2018," ujar Gayo.

(Baca Juga: 11 Orang Resmi Ditetapkan Tersangka Kerusuhan di DPRD Banggai)

Gayo menambahkan, kejadian seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Untuk itu, harus ada kesepakatan yang komperhensif di antara warga dan taksi online.

"Masing-masing harus bisa menahan diri yang terlibat hukum kita proses adapun nanti diatur agar bisa mencari penumpang dengan tenang," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini