nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sidang Persekusi Sejoli di Tangerang, Ayah Korban Tak Berani Lihat Video Anaknya

Chyntia Sami B, Jurnalis · Selasa 20 Februari 2018 18:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 20 338 1862193 sidang-persekusi-sejoli-di-tangerang-ayah-korban-tak-berani-lihat-video-anaknya-R5LOhnFfyQ.jpg Sidang Persekusi di Tangerang (foto: Chyntia/Okezone)

TANGERANG - Nahrowi, ayah dari Ryan Aristia korban persekusi sejoli di Kampung Kadu, RT 07/03, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang mengaku tak berani melihat video persekusi yang menimpa anaknya.

Nahrowi yang tiba bersama keluarganya di ruang persidangan yang dipimpin oleh majelis hakim Muhammad Irpan Siregar tersebut mengakui hingga saat ini dirinya tak mengetahui secara persis isi video yang sempat viral di media sosial.

(Baca Juga: Dihadirkan di Persidangan, Sejoli Korban Persekusi di Tangerang Menangis)

"Enggak, saya enggak pernah lihat isi videonya. Cuma dikasih tau sama adiknya Ryan kalau beredar video Ryan sama pacarnya diarak lalu dipukuli. Saya enggak tega," ujar Nahrowi dalam ruang persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (20/2/2018).

Sidang Persekusi di Tangerang (foto: Chyntia/Okezone)

Nahrowi mengaku tidak tega melihat secara langsung sang anak dan kekasihnya, Mia Audina, ditelanjangi, diarak, dan dipukuli oleh warga.

"Setelah kejadian, Ryan cerita ke saya perlakuan yang ia dapatkan saat malam itu. Katanya dipaksa dibuka pakaiannya ditempat umum, dipukuli, diarak jalan ke kelurahan kemudian dibawa ke pos berdua sama Mia. Saya enggak tega kalau lihat langsung," tuturnya.

Nahrowi menjelaskan, saat malam kejadian persekusi tersebut terjadi, anaknya memang sempat meminta izin kepadanya untuk pergi ke rumah sang kekasih, Mia Audina untuk mengantarkan nasi.

"Waktu malam itu posisinya saya ada di rumah, anak saya cuma bilang mau antar nasi. Tapi saya enggak inget itu jam berapa," urainya.

(Baca juga: Persekusi Sepasang Kekasih Menunjukkan Masyarakat Masih Gemar Main Hakim Sendiri)

Dari kasus persekusi tersebut, pihak kepolisian menetapkan sebanyak 6 orang tersangka, yakni Ketua RT Komarudin, Ketua RW Gunawan Saputra, Anwar Cahyadi, Iis Suparlan, Nuryadi dan Suhendar. Keenam pelaku tersebut didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Rahmadhy Seno dengan pasal 170 KUHP juncto pasal 335 KUHP juncto Pasal 29 Undang Undang Pornografi.

Sebelumnya, kejadian persekusi tersebut terjadi pada Sabtu, 11 November 2017 sekira pukul 22.30 WIB.

Aksi persekusi tersebut pun diabadikan melalui video dimana tampak pasangan muda diduga mesum diarak oleh warga mendadak viral di media sosial. Keduanya ditelanjangi dan dianiaya, serta dipaksa melakukan perbuatan mesum dengan disaksikan warga sekitar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini