nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terdakwa Sempat Tawarkan Pengobatan ke Sejoli Korban Persekusi di Tangerang

Chyntia Sami B, Jurnalis · Selasa 20 Februari 2018 19:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 20 338 1862258 terdakwa-sempat-tawarkan-pengobatan-ke-sejoli-korban-persekusi-di-tangerang-GYPar4ONL5.jpg Sidang kasus persekusi sejoli di PN Tangerang (Foto: Chyntia Sami B)

TANGERANG - Sejoli Ryan Aristia dan Mia Audina, korban persekusi oleh warga sekitar Kampung Kadu, RT 07 RW 03, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang mengalami luka pasca-dipersekusi.

Menurut Nahrowi, ayah dari Ryan, salah satu terdakwa, yakni Komarudin si ketua RT sempat ingin memberikan biaya pengobatan kepada sejoli tersebut. Namun, tawaran itu ditolaknya.

"Iya sempat dia mau kasih biaya pengobatan. Saya enggak tahu berapa itu, saya tolak. Sampai saat ini juga enggak ada etika minta maaf dari para terdakwa," kata saat bersaksi di ruang persidangan Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (20/2/2018).

(Baca Juga: Sidang Persekusi Sejoli di Tangerang, Ayah Korban Tak Berani Lihat Video Anaknya)

Menurut Nahrowi, sehari setelah kejadian sang anak menceritakan seluruh peristiwa yang menimpanya bersama sang kekasih, Mia Audina. Keduanya mengalami sejumlah luka akibat kejadian tersebut.

"Ada luka memar di keningnya Ryan sama di bagian leher belakang katanya sakit. Udah berobat 3 kali pakai biaya sendiri," ungkapnya.

Sejak kejadian itu, sambung Nahrowi, anaknya mengalami syok hingga tak berani keluar rumah selama tiga pekan lamanya sejak kejadian persekusi tersebut. Anak sulungnya yang bekerja sebagai juru ukur di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tangerang, tak masuk kantor.

"Pas abis kejadian, dia enggak kerja sampai tiga minggu karena syok dan juga malu sama orang," ujar Nahrowi.

(Baca Juga: Dihadirkan di Persidangan, Sejoli Korban Persekusi di Tangerang Menangis)

Dari kasus persekusi tersebut, pihak kepolisian menetapkan sebanyak 6 orang tersangka, yakni Ketua RT Komarudin, Ketua RW Gunawan Saputra, Anwar Cahyadi, Iis Suparlan, Nuryadi dan Suhendar. Mereka didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Rahmadhy Seno dengan Pasal 170 KUHP Juncto Pasal 335 KUHP Juncto Pasal 29 Undang-Undang Pornografi.

Sebelumnya, kejadian persekusi tersebut terjadi pada Sabtu 11 November 2017 sekira pukul 22.30 WIB. Aksi persekusi tersebut pun diabadikan melalui video di mana tampak pasangan muda diduga mesum diarak oleh warga mendadak viral di media sosial.

Keduanya ditelanjangi dan dianiaya, serta dipaksa melakukan perbuatan mesum dengan disaksikan warga sekitar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini