Share

Hakim PN Jakut: Putusan PK Ahok Ada di Tangan MA, Kami Hanya Memeriksa Bukti

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 26 Februari 2018 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 26 338 1864838 hakim-pn-jakut-putusan-pk-ahok-ada-di-tangan-ma-kami-hanya-memeriksa-bukti-f1vYZyNd1L.jpeg Sidang PK Ahok di PN Jakarta Utara (Harits/Okezone)

JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menyatakan pihaknya tak berwenang mengabulkan atau menolak peninjauan kembali (PK) diajukan terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Ketua Majelis Hakim Sidang PK Ahok, Mulyadi, yang berhak memutuskan PK adalah Mahkamah Agung (MA).

“PK dikabulkan atau tidak hanya ditangan MA, majelis tidak berkewenangan memutus dan hanya memeriksa bukti formil,” kata Mulyadi di PN Jakarta Utara, Senin (26/2/2018).

Sidang perdana PK Ahok dipimpin Mulyadi bersama hakim anggota Salman Alfaris dan Tugianto berlangsung 10 menit dari pukul 09.46 WIB dengan agenda pemeriksaan berkas memori PK.

Ahok selaku pemohon tak hadir dalam sidang. Dia diwakili kuasa hukumnya, salah satunya Fifi Lety Indra. Fifi mengajukan tambahan memori PK Ahok.

Setelah menerima, majelis hakim menyatakan memberi kesempatan kepada jaksa penuntut umum untuk memberikan jawaban tertulis.

Mulyadi mengatakan, jika sudah memenuhi syarat maka Senin pekan depan bisa menyerahkan berita acara pendapat terhadap PK Ahok ke MA.

“Kalau tidak ada kurang dan memenuhi syarat rencana saya ini minggu depan hari Senin selesai dan tinggal memberikan acara pendapat sehingga kita akan diserahkan ke MA,” ujarnya.

Setelah menjelaskan itu, Mulyadi pun menutup sidang. “Pemeriksaan selesai, dengan demikian sidang dinyatakan selesai,” pungkas Hakim.

Pihak Ahok diketahui mendaftarkan peninjauan kembali pada 2 Februari 2018. Ahok divonis dua tahun penjara karena dinyatakan terbukti melakukan penodaan salah satu agama. Kasus bermula dari pidato Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu yang menyinggung Surah Al Maidah Ayat 51.

Pidato itu lalu viral di media sosial mengundang protes dari berbagai ormas Islam hingga memunculkan gelombang unjuk rasa massa besar-besaran, meminta Ahok dipenjara.

 

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini