nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Toko Obat 'Agam' Digerebek Polisi di Bekasi

Djamhari, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 16:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 28 338 1866043 toko-obat-agam-digerebek-polisi-di-bekasi-aujFmGUWMP.jpeg foto: Okezone

BEKASI - Sebuah Toko Obat 'AGAM' di Jalan Ki Mangun Sarkoro RT 03/07, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi digerebek polisi karena kedapatan menjual obat-obatan yang tidak memiliki izin edar.

Dari penggerebekan itu, petugas Polsek Bekasi Timur berhasil menangkap tiga orang tersangka, berikut barang bukti yang langsung disita.

Kapolsek Bekasi Timur Kompol Agung mengatakan, tiga tersangka yang berhasil diamankan petugas diantaranya, Ahmad Yani (27), Nazimul Ikhwan (21) sebagai penjual toko obat, dan Mursalim (43) sebagai pemilik toko obat tersebut. Mereka diketahui, merupakan warga asal Bireun, Kab Aceh Utara.

"Kami gerebek ditoko obat itu, menindaklanjuti laporan masyarakat sekitar dan saat itu awalnya, diamankan dua tersangka yang merupakan penjual toko obat. Kemudian, hasil pengembangan ditangkap lagi satu tersangka pemilik toko obat itu," ujar Agung, Rabu (28/2/2018).

Menurut Agung, toko obat yang digerebeknya karena nekat menjual obat-obatan tanpa izin edar seperti, beberapa jenis obat Tramadol, eximer, dan Alprazolam.

"Hasil introgasi petugas, obat-obatan itu di jual tersangka dengan harga berbeda diantaranya, Tramadol 3 butir 10rb, Eximer 1 butir 20rb, dan Aprazolam per 5 butir Rp30 ribu," jelas Agung.

Kini akibat perbuatannya, diakui Agung, ketiganya bakal dijerat Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan jo 55 Ayat (1) ke 1e KUHP tentang tindak pidana sengaja mengedarkan (menjual) sediaan farmasi / alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar.

"Untuk pasal ini maka, ketiga tersangka ini bakal terancam penjara paling lama 15 tahun. Adapun guna penyelidikan lebih lanjut, saat ini kasusnya masih didalami oleh penyidik," tandas Agung.

Untuk diketahui, dari penggerebekan ini petugas polisi berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, 162 butir kapsul warna hijau kuning diduga Tramadol kapsul, 643 butir tablet warna putih diduga Tramadol tablet, 472 butir tablet warna kuning diduga Eximer tablet, 32 butir tablet Alprazolam 50 mg dan 1mg, 45 butir tablet Tramadol 50 mg (strip), dan uang tunai hasil penjualan obat, sebesar Rp 2.238.000.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini