nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Retak Tulang Wajah, Siswa Korban Bullying yang Dipukul Pakai Batu Akan Jalani CT Scan

Hambali, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 20:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 07 338 1869382 diduga-retak-tulang-wajah-siswa-korban-bullying-yang-dipukul-pakai-batu-akan-jalani-ct-scan-5w9gzqZU9J.jpg Kondisi korban bully yang dipukul pakai batu di Tangsel. Foto Okezone/Hambali

TANGERANG SELATAN - MS (14), siswa kelas IX SMPN 18 Pamulang yang menjadi korban kekerasan perundungan (Bullying) akan menjalani CT-Scan di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat. Hal itu dilakukan guna mengecek dugaan adanya patah tulang di bagian wajah akibat pukulan batu saat peristiwa terjadi.

Menurut ibu korban, Sulastri hingga kini putranya mengeluhkan rasa sakit pada bagian pangkal hidung hingga ke bagian kepala. Pembengkakan dan luka lebam di sebagian wajah, mata serta pelipisnya makin menguatkan dugaan begitu kerasnya pukulan batu yang dilontarkan para pelaku ke wajah siswa malang itu.

(Baca Juga: Keluarga Siswa Korban Bullying yang Dipukul Pakai Batu Minta Pelaku Diproses Hukum)

"Di bagian wajah dan pangkal hidungnya kan bengkak, tadi sudah konsultasi ke dokter yang memeriksa, terus disaranin besok pagi CT-Scan ke RS Sari Asih untuk mengecek apa ada tulang yang retak atau patah," tutur Sulastri saat mendampingi putra tercintanya dirawat di RSUD Tangsel, Rabu (7/3/2018) malam.

Kondisi Korban Bullying di Tangsel (foto: Hambali/Okezone)

Kejadian kekerasan fisik itu terjadi pada hari Senin 5 Maret 2018 sekira pukul 09.30 WIB di depan salah satu ruang kelas SMPN 18. Tiga orang siswa dari kelas berbeda mendatangi MS, dan memaksanya agar ikut mendaftar dalam pertandingan futsal.

Karena sedang fokus menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS), korban pun secara baik-baik menolak ajakan itu. Namun jawaban tersebut rupanya membuat ketiga pelaku terpancing dan emosi.

Singkat kata, mereka lantas menyeret MS ke luar kelas, lalu melakukan pengeroyokan. Salah satunya menggunakan batu bata yang dilemparkan ke bagian wajah korban.

(Baca Juga: Bullying Siswa SMP di Tangsel, Korban Dipukul Pakai Batu)

"Waktu hari Senin saat kejadian, saya dikabarin kalau anak saya ini sudah di RSUD Tangsel. Waktu saya datang, baju sekolahnya penuh darah, dari mulut, hidung itu darah semua. Kok tega ya, anak sekolah mau berbuat sadis begitu, ke anak saya," ujar Sulastri dengan raut wajah memerah.

MS sendiri merupakan anak tertua dari 2 bersaudara. Adiknya bernama Sintia Aulia (10), masih duduk dibangku sekolah SDN Serua 3. Sejak 3 tahun lalu, mereka ditinggal wafat sang ayah karena menderita sakit. (fid)

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini