nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Perundungan di Tangsel Urung Ikut Ujian Sekolah

Hambali, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 00:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 08 338 1869448 korban-perundungan-di-tangsel-urung-ikut-ujian-sekolah-PfGQAbWUDy.jpg Kondisi korban bully yang dipukul pakai batu di Tangsel. Foto Okezone/Hambali

TANGERANG SELATAN – Korban perundungan atau bully urung mengikuti ujian sekolah karena masih menjalani perawatan di RSUD Tangerang Selatan (Tangsel).

MS (14) siswa kelas IX mendapat luka memar di bagian wajah akibat dikeroyok.

"Di sekolah sedang UTS, tapi kondisinya kan masih begini. Dia masih sering merasa mual, pusing, setelah kejadian itu. Besok baru mau di CT-Scan, jadi beberapa hari kedepan anak saya kemungkinan belum bisa sekolah," terang Sulastri, ibu korban ditemui di RSUD Tangsel, Rabu (7/3/2018).

Pihak sekolah juga memastikan, bahwa MS akan diberikan keleluasaan untuk mengikuti ujian susulan setelah kesehatannya pulih. Sedangkan mengenai segala kebutuhan biaya perawatan, sepenuhnya akan dibantu pihak sekolah.

"Jadi saya sudah koordinasi dengan pak Wakasek (Wakil Kepala Sekolah), dan ditugasi untuk mendampingi dia (MS) di sini. Kalau soal ujian itu sudah pasti kita siapkan susulan, yang penting sehat dulu saja," ucap Bahrun (40), seorang guru di sekolah korban.

MS menjadi korban perundungan oleh 3 siswa pada Senin 5 Maret 2018. Dia diseret keluar kelas lalu dikeroyok, karena menolak mengikuti pertandingan futsal yang akan digelar di sekolah. Salah satu pelaku, memukul dan melempar dengan batu bata ke bagian wajahnya hingga mengalami luka serius.

"Waktu diajakin untuk daftar futsal, saya menolak. Saya bilang nggak bisa ikut kali ini, karena sedang fokus buat UTS. Tapi mereka malah marah terus nyeret saya keluar kelas," ujar MS.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini