Ini Pengakuan Abraham Moses soal Ujaran Kebencian SARA di Medsos

Anggy Muda, Okezone · Rabu 21 Maret 2018 22:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 21 338 1876181 ini-pengakuan-abraham-moses-soal-ujaran-kebencian-sara-di-medsos-y88CfdMyXk.jpg Suasana Sidang Terdakwa Ujaran Kebencian Bernuansa SARA, Abraham Moses di PN Tangerang (foto: Anggy Muda/Okezone)

TANGERANG - Terdakwa Abraham Ben Moses alias Saifuddin Ibrahim atas kasus ujaran kebencian bernuansa SARA dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu, (21/3/2018). Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Muhammad Damis, beragendakan mendengarkan penjelasan ahli bahasa terkait ujarannya yang diposting dalam media sosial.

Abraham Moses menerangkan, ujaran dalam postingannya di media sosial terkait pernyataannya akan istri Nabi Muhammad SAW tidaklah 4 melainkan 12.

(Baca Juga: Sebarkan Ujaran Kebencian SARA, Abraham Ditetapkan sebagai Tersangka)

"Saya mengutip akan Nabi Muhammad tersebut berdasarkan referensi dari buku Husain Haikal, di sana mengulas jelas bagaimana Nabi Muhammad dan dia adalah mantan Menteri Pendidikan di Mesir. Dalam buku yang dijelaskan tersebut, tidak ada pertentangan di Mesir," kata Abraham Moses.

Suasana Persidangan Terdakwa Abraham Moses (foto: Anggy/Okezone)

Sementara, Ahli Bahasa, Amirsyah Tambunan menjelaskan, apabila diniatkan untuk melakukan dakwah melalui aturan yang ada di Kementerian Agama pun tertera tidak dibenarkan adanya bentuk penyimpangan.

"Kalau mau ada perbandingan agama pun boleh saja, tapi tidak dibenarkan dan diperbolehkan bila ada penafsiran yang menyimpang. Tentunya, ujaran yang ada tersebut menyimpang," kata Amir.

Diketahui kasus yang melilitnya dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU ITE yang disebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pada pasal itu diatur pula ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar. Terkait dasar penangkapan Moses sendiri atas tiga postingan yang menjadi dasar pelaporan, yaitu postingan tanggal 12 November 2017 berjudul Sayembara 11, postingan tanggal 24 November 2017 berjudul Dongeng 15, dan postingan berjudul Alasan 17 dan video berdurasi 4 menit 25 detik.

(Baca Juga: Sebarkan Ujaran Kebencian SARA, Abraham Moses Mengaku Pemuka Agama)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini