nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

31,74% Lulusan SMK Nganggur, Sandiaga: Kita Adakan Perubahan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 13:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 22 338 1876416 31-74-lulusan-smk-nganggur-sandiaga-kita-adakan-perubahan-3UIZdEnhLv.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai masih banyaknya lulusan SMK yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Menurutnya, hal itu merupakan ironis sehingga perlu dilakukan perubahan. 

“31,74 persen SMK nganggur. Ada missed karena dari SMK itu harus tersalurkan. Kalau ada pusat pelatihan seperti ini langsung bisa tersalurkan. Ini yang ironis, masuk SMK malah nganggur. Kita adakan perubahan,” ujar Sandi di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (21/3/2018).

Sandi juga mengatakan, saat ini masih banyak pengangguran di wilayah DKI Jakarta. Bahkan, Sandi menyebut, jumlah pengangguran di Ibu Kota mencapai sekira 400 ribu orang.

“Data statistik 7,14 persen atau setara hampir 400 ribu ini nganggur, bener-bener enggak ada kerjaan. Ada juga nganggur terselubung itu yang lebih banyak lagi ini. Yang lebih miris adalah yang nganggur itu rata-rata berpendidikan SMK,” bebernya.

Sandi melanjutkan, dari data yang didapatkannya, setiap tahun di Indonesia membutuhkan 3,7 juta lapangan kerja yang harus diisi oleh tenaga terampil. Oleh karenanya, lanjut Sandi, Pemprov DKI akan menjalin kemitraan dengan perusahaan di Jakarta guna menyaring tenaga kerja dalam mengurangi pengangguran.

“Di sini berarti kebutuhan tenaga terampil 3,7 juta banyak banget. Artinya, ada yang terdiskoneksi. Kita harus masuk dalam sebuah kemitraan memastikan ini tidak diskoneksi,” tegasnya.

Selain itu, Sandi mengungkapkan, Jakarta Utara merupakan daerah yang memiliki tingkat pengangguran terbanyak dibanding wilayah lain. Oleh karenanya ia bersama Wali Kota Jakarta Utara, Husen Murad, mengadakan beberapa pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya yang mampu bersaing.

"Wujud keberpihakan dan perhatian khusus di Pemerintahan Provinsi DKI 2017-2022 terhadap penciptaan lapangan kerja yang konkret di PPKD ini dilatih mulai dari tata boga sampai tata busana, teknik komputer, tata rias, semua ada disini," terangnya.

Sandi juga menginginkan pelatihan yang diselenggarakan Wali Kota Jakarta Utara ini akan disandingkan dengan OK OCE. Jadi, pelatihan tersebut tidak hanya melahirkan seseorang yang bisa bekerja di perusahaan besar, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.

"Sandingkan dengan program OK OCE sehingga mereka bukan hanya bisa dapat ditempatkan untuk bekerja di perusahaan yang sekarang membutuhkan, tapi juga menjadi seorang wirausaha yang salah bisa sukses dengan gerakan OK OCE," tandasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini