nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Penghentian Swastanisasi Air, Anies: Kita Harus Menaati Putusan MA

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 16:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 22 338 1876535 soal-penghentian-swastanisasi-air-anies-kita-harus-menaati-putusan-ma-byWK6oePqA.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menegaskan pihaknya akan menaati putusan Mahkamah Agung (MA) mengenai larangan swastanisasi air di Ibu Kota. Apalagi, mereka sebagai penyelenggara negara wajib patuh hukum.

"Intinya, kita namanya warga negara, apalagi penyelenggara negara, harus menaati semua putusan Mahkamah Agung. Kita akan taati," kata Anies di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (22/3/2018).

(Baca: Ada Saran Hentikan Swastanisasi Air, Sandiaga: Itu Masukan yang Baik)

Ia tidak memungkiri masih banyak keluhan dari warga DKI mengenai sulitnya mendapatkan air dan terkait tata kelolanya. Oleh karena itu, pasangan dari Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno ini sudah memerintahkan jajarannya untuk dapat mengatur distribusi air secara beriringan dengan rencana pembangunan kota.

"Air bersih adalah salah satu kebutuhan paling mendasar. Karena itu, perencanaan pembangunan harus menggunakan asumsi kita berada di perkotaan," tegas dia.

Sebagaimana diketahui kelompok masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta menggelar unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta. Mereka meminta Pemprov DKI dapat menjalankan putusan MA mengenai larangan swastanisasi air di Jakarta.

Menyikapi aksi itu, Gubernur Anies Baswedan menyatakan berencana menerima para pedemo tersebut. "Oo nanti saya akan ketemu," jelasnya.

(Buka: Tolak Swastanisasi Air di Jakarta)

Sebelumnya diketahui, Mahkamah Agung telah mengabulkan gugatan warga negara untuk menghentikan swastanisasi air di DKI Jakarta.

Dalam putusan tersebut, MA memerintahkan Pemprov DKI Jakarta memutuskan hubungan kontrak pengelolaan air dengan PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini